<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840</id><updated>2011-04-22T10:48:49.140+07:00</updated><title type='text'>w-tech</title><subtitle type='html'>Perjalanan hidup memaksa kita merenunginya untuk diambil pelajaran bagi kelanjutan hidup atau bahkan kehidupan setelah kematian.
Tulisan-tulisan saya ini adalah sebagian dari lembaran perenungan perjalanan hidup yang sempat terdokumentasi. Mudah-mudahan berguna minimal untuk diri saya sendiri.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-116329849244510660</id><published>2006-11-12T09:26:00.000+07:00</published><updated>2006-11-12T09:28:29.623+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;LUKA YANG MENYADARKANKU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Adalah Sebuah karunia yang tak terhingga jikalau kita bisa mengambil hikmah dari setiap tubuh kita yang terluka oleh perjalanan hidup ini. Begitulah kira-kira walau tak sama persis dengan apa yang diajarkan dalam kehidupan spiritual kita.&lt;br /&gt;            Dan inipun sudah begitu lama terendap dalam pikiran saya dan berusaha saya tanamkan.&lt;br /&gt;Dan ternyata luka itu datang juga, sebagaimana manusia yang penuh kekurangan  dan hanya bermodalkan teori maka pontang-pantinglah aku dalam kebimbangan antara ajaran versi kebenaran yang telah aku tanamkan dalam-dalam jiwa lewat berbagai sumber yang aku dapatkan dengan kebiasaan yang seumumnya.&lt;br /&gt;Memang berat, dan mungkin dari inilah jiwaku terluka, dan pada gilirannya tubuhku menjadi tidak seimbang dan hampir &lt;em&gt;lose of control&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sungguh sebuah pengalaman yang sangat berharga karena tidak semua orang mengalaminya walaupun sebenarnya sempat aku hampir putus asa untuk  melepaskan kebenaran itu dan menggantinya dengan umumnya sekelilingku. Sehinga aku jadi lepas dari beban berat dan bebas terbang seperti kapas yang melayang terombang ambing oleh angin kemarau yang panas dan membuatnya membumbung tinggi. &lt;br /&gt;Kebingungan selama beberapa minggu menakdirkan aku bertemu dengan sebuah  acara radio MQFM jam 05.00 – 06.00 WIB setiap hari. Sebuah acara yang dikemas sederhana dan apik, disela-sela kegelisahan jiwa dalam pencarian ketenangan di dalam kebenaran ini sekaligus ketenangan dalam upaya menjaga kondisi tubuh itu ternyata perlahan-pahan membawaku menuju telaga keteduhan yang aku sadari hampir setahun ini mulai aku tinggalkan demi sebuah kebenaran versi materialisme dan sebuah kebenaran lain.&lt;br /&gt;Sungguh, dengan telaga ini ternyata jauh lebih sejuk dari sejuknya yang kurasakan dari kurang lebih setahun sampai dua tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Belakangan aku tahu, ternyata Allah memberikan hikmah dari luka yang aku alami ini ternyata membuatku merasa lebih bisa menikmati kesejukan telaga itu dan mungkin aku tidak akan meninggalkan kenikmatannya sampai waktu tak terhingga seperti setahun lalu.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, semoga Allah membimbingku tetap istiqomah di jalan ini jika memang jalan ini adalah versi kebenaran yang sesungguhnya untuk aku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Versi renungan : 10/11 Nov 2006&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-116329849244510660?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/116329849244510660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=116329849244510660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/116329849244510660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/116329849244510660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/11/luka-yang-menyadarkanku-adalah-sebuah.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-116022059402840215</id><published>2006-10-07T18:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-07T18:29:59.830+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;ARTI KEBAHAGIAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Split 2 bulan,&lt;br /&gt;Jeda yang sangat lama bagi saya untuk tidak bekerja keras seperti biasa dari jam 08.00 pagi sampai kadang dini hari.&lt;br /&gt;Sungguh sesuatu yang tak terpikirkan walau sebertik dalam hati saya sebelumnya. Sebuah hidup berat namun sangat saya nikmati hampir 4 – 5 tahun tak begitu kurasakan. Sungguh suatu kepuasan ketika melihat orang lain berbahagia ketika pekerjaan mereka yang dilimpahkan kepada saya dapat selesai pada waktunya setiap hari…setiap detik. Walau kadang ada juga yang sedikit menjengkelkan… yach inilah kehidupan.&lt;br /&gt;Ya itulah kebahagiaan versi saya pada waktu itu yang setelah perenungan demi perenungan ternyata terletak pada “membahagiakan (memuaskan) orang lain tanpa melihat kondisi diri sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehendak Allah,&lt;br /&gt;Sekitar akhir Juli ketika mata sebelah kanan terasa tidak nyaman, aku berikhtiar ke sebuah Optik dan didiagnosis minus.&lt;br /&gt;Belum sempat sebulan aku memakai kacamata, dunia semakin hari semakin suram saja membuat aku kembali ke optic dan disarankan ke dokter.&lt;br /&gt;Diagnosis Dokter mendiagnosa mengahruskan rawat jalan…untuk sementara aku harus banyak istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh,&lt;br /&gt;Saya merasa semua yang saya usahakan selama ini tidak berguna apa-apa. Bahkan rupiah demi rupiah uang yang aku kumpulkan selama bertahun-tahun pun belum bisa membiayai pemerikisaan kesehatanku. Untung Allah masih menitipkanku kepada ayah dan Ibuku yang menanggung hamper semua biaya itu walau sebenarnya jauh dalam hatiku aku malu, karena selalu menjadi beban beliau (muga-muga Allah merahmati mereka berdua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode tersebut membuatku semakin berfikir untuk hijrah mencari peluang lain, Apalagi Ayah dan Ibu menyarankanku untuk mencoba profesi lain yang lebih “sehat”. Kebetulah ada pendaftaran Tenaga Pengelola Komputer, sebuah peluang menarik bagiku mengingat sedikit banyak aku menguasai walau masih harus menjalani kuliah 2 tahun. Sebuah resiko yang setimpal. pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keyakinan kesehatanku dapat cepat pulih pendaftaran itu aku ikuti, tak main-main setelah tes aku lulus terbaik, namun takdir mengatakan lain.Kesehatanku pada hari penetapan harus mulai registrasi belum memungkinkan untuk dipaksakan.&lt;br /&gt;Maka dengan logikaku sendiri “Tak pantas harta/pangkat mengorbankan kesehatan” aku mengundurkan diri….sebuah keputusan yang berat, Ayah dan Ibu mendukung keputusanku ini mengingat kondisiku belum pulih benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah,&lt;br /&gt;Setelah semua itu, melalui perenungan demi perenungan tirai demi tirai mulai terkuak bagiku. Pagi ini, setelah sholat tahajudku dan munajatku kepada Allah di bulan Ramadhan yang mulia ini aku baru mengerti makna dari sebuah kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kebahagiaan itu bukan pada “Bagaimana kita dapat memuaskan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri” atau pada “Apa yang kita peroleh kemarin atau hari ini, walaupun itu sesuatu yang menyenangkan” atau bahkan pada sesuatu yang tak mungkin seperti “Segala sesuatu yang diinginkan akan terkabul“ tetapi pada saat “Senyuman yang tulus tersungging di bibir, sementara hati berserah diri kepada Allah apa yang dikehendaki-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah simpulan perenunganku selama 2 bulan ini….&lt;br /&gt;Berharap Allah membukakan tirai-demi tirai lain yang masih tertutup sehingga aku dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-116022059402840215?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/116022059402840215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=116022059402840215' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/116022059402840215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/116022059402840215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/10/arti-kebahagiaan-split-2-bulan-jeda.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-115350255992267989</id><published>2006-07-22T00:21:00.000+07:00</published><updated>2006-10-07T18:33:01.023+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TSUNAMI OH TSUNAMI&lt;br /&gt;(PANDANGAN MATA DARI ISUE TSUNAMI PACITAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang orang yang telah telanjur terselimuti ketakutan telah memutar balikkan logika dan menafikkan fakta. Hari ini, ketika setiap umat berencana tidur dengan nyenyaknya di peraduan tiba-tiba lewat sebuah issue yang katanya berasal dari Polda dan Polres mengatakan di Pantai Selatan akan terjadi gempa susulan yang besarnya kemungkinan lebih besar dari gempa yang meluluhlantakkan Pangandaran dengan tsunaminya.wow..betul-betul berita yang bombastis, ramai-ramai orang Pacitan berhamburan keluar rumah menuju ke tempat tinggi. Katanya pukul 23.30 hari Jum’at 21 Juli 2006 akan terjadi bencana hebat itu………..&lt;br /&gt;Jalan Sedeng (jalan akses keluar Pacitan ke arah barat) yang terkenal tanjakan katanya macet, saking banyaknya orang dan mobil serta sepeda motor yang ingin keluar dari Pacitan.&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan muncul di benak penulis tentang semua ini yang terasa tidak masuk ke logika sains, masak gempa bisa diprediksi harinya, bahkan jamnya …. Hebat betul dia, bahkan orang Jepang yang jauh lebih unggul dari segi tekhnologi selalu hampir setiap waktu tertimpa gempa pun belum punya teknologi untuk memprediksi terjadinya gempa, bagaimana mungkin Infokom lewat Bapak Kapolda bisa memprediksinya? Apa pake jasa cenayang (paranormal) ??? J&lt;br /&gt;Penulis yang kebetulan rumahnya di Punung yang jauh lebih tinggi dan jauh dari pantai ketiban abu hangat karena warung penulis yang sudah ditutup karena lemburan sudah habis dan bersiap bubuk manis…. L e..e..diketuk orang yang ingin memberitahu soal gempa dan berkumpul di halaman warung….. (lumayan dapet teman ngobrol).&lt;br /&gt;Dengan sambil terkantuk-kantuk ditemani tetangga penulis membuka situs &lt;a href="http://www.bmg.go.id/news_item.asp?NewsID=30"&gt;http://www.bmg.go.id/news_item.asp?NewsID=30&lt;/a&gt; dan ternyata jelas sudah ada yang terjadi….apalagi lewat jam 23.00 &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;07/tgl/21/time/232726/idnews/641049/idkanal/10 juga mengatakan hal yang nyaris serupa… he….he.. inilah kelemahan orang Indonesia yang terlalu mudah termakan issue…. Oh nasib-nasib arep ngantuk ora sido…… Gek Kapolda ngendi sing gawe susahe wong sak Pacitan kuwi ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan sambil ngantuk&lt;br /&gt;Punung, Pacitan 00.15 22 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-115350255992267989?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/115350255992267989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=115350255992267989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115350255992267989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115350255992267989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/07/tsunami-oh-tsunami-pandangan-mata-dari.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-115310445794193180</id><published>2006-07-17T09:46:00.000+07:00</published><updated>2006-07-17T09:47:38.270+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;KEPRIBADIAN KUAT NAMUN LENTUR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam keseharian, saya sering memperhatikan perilaku orang-orang di sekeliling saya yang kadang terasa aneh, biasa-biasa saja, dan kadang luar biasa menarik. Ada yang seperti kapal yang terombang-ambing ombak, orang jawa bilang Esuk Tempe Sore Dele (baca = tidak punya pendirian), ada  pula yang begitu kuat memegang prinsip hidupnya  sampai-sampai rela dan berani menerjang gelombang kehidupan, tak peduli dia akan karam  dan mati konyol dan menjadi cemoohan banyak orang yang menganggapnya sebagai orang sinting yang fanatik atau tetap tegar dan menjadi kekaguman karena keberhasilan.  Namun ada pula yang mempunyai manuver-manuver cantik di dalam hidupnya karena memiliki kepribadian yang kuat namun lentur menyikapi setiap permasalahan hidup.&lt;br /&gt;Sekitar 8 atau 7 tahun yang lalu, seorang teman kuliah berkata kepada saya “Wah enak ya jadi orang yang punya kepribadian kuat, tidak mudah terpengaruh kanan kiri malah kadang bisa mempengaruhi kanan kirinya”. Waktu itu sejenak saya tertegun, kata yang selama itu tidak saya sadari begitu bermakna dan membekas di dalam hati saya, sampai saat ini. Kata-kata itu saya dengar sebagai sebuah ungkapan keputusasaan yang keluar dari mulut teman saya, karena dia sering tidak bisa konsentrasi untuk menyelesaikan setiap tugas kuliahnya karena sering terpegaruh teman-teman kostnya. Kata-kata yang berawal dari kegelisahan teman saya yang menyadari kekurangannya karena merasa tidak punya falsafah hidup yang dapat dia pertahankan dan dengan mudah terjebak dalam pengaruh-pengaruh yang mengaburkan tujuan hidupnya, walaupun dia menyadari namun enggan atau bahkan mungkin merasa tidak sanggup untuk keluar dari pengaruh itu. &lt;br /&gt;Kini setelah sekian tahun berlalu, semakin saya sadari bahwa pernyataan teman saya itu seperti sebuah mercusuar bagi saya. Sebuah menara penunjuk arah yang dengannya saya terbantu untuk selalu berusaha menemukan kembali tujuah hidup kita yang bersih tidak terkotori oleh hidup yang begitu banyak pengaruh dan dipengaruhi…..ini. Dan mudah-mudahan dengan mercusuar itu dapat memiliki kepribadian yang kuat di saat dibutuhkan dan lentur di saat lain dengan melihat situasi dan kondisi demi sebuah tujuan hidup yang telah ditetapkan. Atau dengan kata lain, dengan tujuan yang pasti, jalan boleh berliku, namun hati tetap lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedicated to my friend :  Iwan Biril M.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-115310445794193180?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/115310445794193180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=115310445794193180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115310445794193180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115310445794193180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/07/kepribadian-kuat-namun-lentur-dalam.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-115251771856002235</id><published>2006-07-10T14:47:00.000+07:00</published><updated>2006-07-10T14:51:57.116+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;DI UJUNG TANDUK ZIDANE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati perjalanan panjang karier baik di team Nasional maupun di Club ternyata tidak membuat Zidane menjadi menjadi lembek. Tadi malam dini dia begitu lincah menari-nari di lapangan rumput dan membuat satu gol dan satu peluang lewat tandukan menjelang bubar seakan dia masih berumur 20-an tahun.&lt;br /&gt;Namun, 10 menit menjelang perpanjangan kedua berakhir tandukan Zidane mengakhiri kariernya di lapangan hijau bersama Timnas Prancis. Bukan gol perpisahan lewat tandukan itu yang dia persembahkan, tetapi sebuah hadiah kartu merah untuk dirinya sendiri. Lewat tayang ulang dengan sedikit provokasi dari Materazi, Zidane dengan sengaja menandukkan kepalanya ke dada Materazi.&lt;br /&gt;Mungkinkah ini perpisahan yang diinginkan Zidane ? Padahal 10 menit lagi jikalau dia memang menginginkan, kesabaran mungkin bisa membawa dia menjadi pemain terbaik Piala Dunia. Namun Kartu merah itu melenyapkan kemungkinan itu.&lt;br /&gt;Skenario pertama, Zidane memang ingin menunjukkan bahwa perjuangan terakhirnya bersama Timnas Prancis di Piala Dunia ini bukannya ingin menjadikannya memperoleh gelar Pemain Terbaik atau apalah itu, karena motivasinya hanya membawa Prancis menuju Anak Tangga Tertinggi Persepakbolaan di dunia bersama Timnya bukan untuk dirinya sendiri artinya dia merasa Timnya sudah tidak membutuhkan dirinya lagi di sisa waktu yang ada karena selain tenaganya sudah terkuras, mungkin dia ingin memberikan shock terapy bagi rekan-rekannya bagaimana mempersiapkan mental rekan-rekannya bermain tanpa dirinya (Zidane) di waktu yang akan datang yang selama ini dia menjadi playmaker permainan Prancis.&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, mungkin juga Zidane menginginkan sebuah ending yang sedikit luar biasa bagi kariernya yaitu Kartu Merah yang menghentikannya dari pertandingan Final Piala Dunia 2006 dan juga kebersamaannya bersama Timnas Prancis yang pernah dibawanya meraih Tropi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Dan sekarang, dia menginginkan sebuah sensasi lain di akhir karirnya dari yang terbaik menjadi yang terburuk. Dia mungkin terobsesi dengan Eric Cantona (Mancester United), Diego Maradona (Timnas Argentina dan Napoli) yang juga merupakan Pemain Kontroversial tetapi memiliki kemampuan membawa Tim-nya menuju tangga juara.&lt;br /&gt;Atau scenario yang paling jelek, dia memang terpancing emosinya dengan kata-kata Materazi atau cubitan tangan Materazi yang mungkin mengenai tangannya yang sempat terluka sebelumnya dan sempat mendapat perawatan.&lt;br /&gt;Diantara scenario-skenario tersebut, mana yang mungkin mendekati kebenaran hanya Zidane yang paling tahu. Andai saja Zidane tetangga saya pasti saya akan menanyakannya…he…he….&lt;br /&gt;Lepas dari semua itu membuktikan bahwa Zidane Juga Manusia.&lt;br /&gt;Edisi : Renungan 10 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-115251771856002235?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/115251771856002235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=115251771856002235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115251771856002235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115251771856002235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/07/di-ujung-tanduk-zidane-melewati.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-115233703593229105</id><published>2006-07-08T12:35:00.000+07:00</published><updated>2006-07-08T12:37:16.320+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BELAJAR BISNIS DARI MAIN MONOPOLI&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;( NABUNG ATAU INVESTASI ?)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata permainan pun bisa menjadi sumber ide dalam kehidupan ini, tengoklah Permainan Monopoli yang dijadikan lagu oleh Doel Sumbang dengan lirik jenakanya menyuruh pacarnya meninabobokkan adiknya dahulu sebelum si Soel sumbang apel ke rumah pacarnya, karena pada apel-apel sebelumnya si adik selalu memaksa si Doel untuk menemaninya main monopoli sampai larut malam, tanpa bisa berduaan dengan sang Pacar.&lt;br /&gt;Ada-ada saja kehidupan ini……&lt;br /&gt;Lain Doel Sumbang, lain saya sendiri. Permainan Monopoli bagi saya adalah sebuah mercusuar di alam kebigungan saya menghadapi dunia ini. Sebuah episode kehidupan di waktu lalu mempertemukan saya dengan seorang teman saya. Pertemuan di kost-kostan teman saya yang lain menakdirkan saya dan teman saya yang berasal dari Madura itu bermain monopoli.&lt;br /&gt;Namanya juga permainan, sejurus dua jurus keberuntunganlah yang dicari, dan keberuntungan berpihak kepada saya, sekeping demi sekeping uang mainan dapat saya peroleh dengan mudah dan menggungguli rekan saya itu. Kekayaan saya tumpuk dan tidak saya investasikan ke bisnis lain di permainan monopoli itu. Sementara teman saya (musuh di main monopoli) sedikit demi sedikit keberuntungan mulai berpihak kepadanya, dia terus menginvestasikan kekayaannya untuk membeli dan membeli modal usaha baru, dan membuat saya yang semula memegang kendali permainan berbalik dengan kerugian-kerugian. Dan di akhir permainan, saya kalah telak hanya karena tidak menginvestasikan kekayaan saya dan hanya saya simpan.&lt;br /&gt;Disadari atau tidak sebagian besar dari kita khususnya orang Indonesia merasa bangga dan aman jika memiliki tabungan yang melimpah di Bank, mobil pribadi dengan merk terkenal, harga baju yang mahal, HP yang keluaran terakhir, sepeda motor trendy untuk bergaya, yang gaul dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Atau dengan kata lain, kekayaan yang dimiliki adalah kekayaan yang nilainya semakin susut oleh usia, atau kekayaan yang berkembang namun sedikit melalui simpanan di bank dengan bunga yang sekian persen. Entah mereka tidak menyadari atau memang menyadari namun kalah dengan ego dan tidak mau kalah dengan sekeliling, dan secara tidak sadar kekayaan mereka ini sedikit demi sedikit akan habis karena umur.&lt;br /&gt;Itu seperti gambaran cara bermain saya di permainan monopoli di atas yang membuat saya kalah dari teman saya. Dan parahnya itulah watak mental sebagian besar rakyat di negeri ini, pakar dalam hal konsumtif yang sedikit demi sedikit berhaluan ke arah kehancuran.&lt;br /&gt;Beda jika dalam hidup ini kita menggunakan cara teman saya, jadi setiap penghasilan yang kita terima dari tetesan-tetesan keringat kita investasikan menjadi barang produksi untuk memproduksi barang atau jasa baru yang layak dijual, maka sedikit-demi sedikit kekayaan kita akan berkembang, kekayaan kita akan menjadi kekayaan yang selalu berkembang dan bukannya menyusut.&lt;br /&gt;Contoh sederhana, jika kita mempunyai uang Rp. 50.000.000,- misalnya, jika belikan barang konsumtif seperti mobil, maka 3 tahun ke depan harganya pasti akan turun drastis, belum lagi jika setiap beberapa bulan memerlukan ganti oli, servis dan sebagainya padahal karena itu mobil pribadi tentunya tidak menghasilkan alias hanya untuk gagah-gagahan. Jika kita tabung, memang benar uang kita akan berkembang menjadi sekian puluh juta, namun itu sebenarnya masih merupakan kerugian jika dibadingkan dengan menggunakannya untuk usaha, misalnya membeli tanah, membuat toko,dan lain sebagainya yang produktif.&lt;br /&gt;Sebagian dari pendahulu kita menganjurkan untuk menabung untuk masa depan, tapi kalau dikalkulasi secara matematis maka bunga dari uang yang disimpan di bank jauh lebih kecil dari laba hasil usaha jika usaha kita berjalan (kita tidak usah dulu memikirkan sukses, cukup berjalan saja,) apalagi jika usaha kita sukses.&lt;br /&gt;Dari sisi lain, katanya menabung bisa untuk jaminan masa depan, memang benar itu, katakanlah kita pensiun beberapa tahun ke depan, uang ada beberapa puluh juta dari hasil tabungan, beberapa bulan kemudian habislah uang itu untuk keperluan hidup, atau jika punya naluri bisnis, dibuat modal usaha untuk masa tua. Memang bagus tetapi memiliki kelemahan yaitu dimana umur sudah tua, kemampuan menurun, kita masih susah-susah mencari pelanggan dan lain-lain, belum lagi jika kita bangkrut… mau makan apa ?&lt;br /&gt;Coba jika dilihat dengan scenario investasi, sambil tetap bekerja, setiap penghasilan bulanan kita kita investasikan untuk berusaha mungkin dengan membuka toko kecil-kecilan, setiap bulan sisa gaji kita setelah dipotong untuk makan dan kebutuhan pokok lain kita gunakan untuk membesarkan toko kita, maka ketika kita sudah tua, tidak kuat lagi bekerja, toko kita sudah besar tidak akan semakin habis, tetapi malah akan semakin berkembang. Warisan kepada anak pun semakin lama akan semakin banyak dan seterusnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;Maka, jangan sekali-kali anda menabung jika ada peluang investasi, karena jika alasan menabung adalah sewaktu-waktu jika kita membutuhkan dana kita bisa mengambil tabungan, coba kita bandingkan jika kita menggunakan dana yang akan disimpan itu kita investasikan, jika sewaktu-waktu ada keperluan uang mendadak kita tetap bisa mendapat uang cash dengan berhutang ke bank dengan anggunan investasi kita, sementara investasi kita akan terus berkembang selama dianggunkan kita bisa membayar hutang dari laba investasi kita. Namun jika tabungan kita yang kita gunakan untuk dana insidental itu, maka kekayaan akan berkurang tidak .lagi berkembang dan akan habis, dan semakin habis…..&lt;br /&gt;Hayo pilih yang mana ? Nabung atau investasi…..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edisi renungan : 7-8 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-115233703593229105?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/115233703593229105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=115233703593229105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115233703593229105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115233703593229105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/07/belajar-bisnis-dari-main-monopoli.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-115068426178878805</id><published>2006-06-19T09:28:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T09:31:06.376+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;KONVOI &amp; BBM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Perenungan file lama (setahun lalu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treet…treet….. treet, woor….woor…woor swara knalpot sing diplong sarangene gawe kendang talingan kaya dicucuki eri, tarian-tarian ing dhuwure sepedha motor sing mlayu banter ora mawa wirama lan sok membahayakan jiwa, kayane wis dadi trade mark negara Republik Indonesia. Wiwit saka Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, Pilkada nganti lulusan Sekolah Menengah Pertama &amp;amp; Sekolah Menengah Atas ora ana liya liyane Konvoi sing dadi sarana penyalur emosi. Nalika ana barisan konvoi iki, ora lanang ora wedok kabeh wis lepas saka sing jenenge etika lan peraturan, malah ing konvoi luusan taun kepungkur penulis nate mrangguli bocah-bocah wedok nyuwek sayake supaya luwih bisa “ngeler” pupune sinambi ngadeg ana boncengan mburi sepedha motor ngubengi kutha. Embuh nyawa pira sing wis kacabut nalika lagi menikmati ritual penyaluran emosi kasebut.&lt;br /&gt;Nalika penulis lagi ngetik esai iki sing kebeneran dina pengumuman lulusan, ing dalan ngarepe penulis bocah-bocah lulusan SMA lagi pada Konvoi, sinambi nyemprotake cat ana sak kojur awake. Mesam-mesem kelegan anggone lulus sawise telung taun (utawa luwih = sing nunggak) meres dhuwite wong tuwa sing mung bisa ngelus dadha amarga saya dina bayaran sekolah saya mudhak, reregan onderdil sepeda motor uga saya mundhak. Dhuh ………!!&lt;br /&gt;Urip pancen kudu dinikmati, emosi pancen kudu disalurake. Jarene pakar psikologi ora becik nyimpen emosi, luwih becik sharing marang kiwa tengene. Nanging apa kudu kanthi ngganggu wong liya kaya mangkono mau ? Teka kene penulis wegah nerusake ……&lt;br /&gt;Durung nganti seminggu presiden ngendikan supaya rakyat “Hemat BBM” amarga sumber daya minyak saya langka lan regane uga saya mundhak, e…lha dalah !! Bensine dibuwang-buwang kanggo konvoi merayakan ritual penyaluran emosi embuh kuwi bocah-bocah SMP-SMA sing lagi lulusan apadene Bapak-bapak lan Ibu-ibu sing uga kepencut melu konvoi nalika kesengsem marang calon Bupati utawa Gubernure.&lt;br /&gt;Biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, BBM ben dipikir pemerintah sing penting isih duwe dhuwit kanggo tuku BBM, peduli apa ? Ketarane wis dadi isi saben-saben memori lan hadrd disk para-para sing duwe KTP sing duwe identitas WNI, wiwit cindil nganti embahe cindhil. Ora ana rasa saiyeg saekapraya menawa teka urusan weteng, kehormatan, lan harta, sing dipikir mung cukupe dhewe, embuh wong liya.&lt;br /&gt;Ora aneh menawa ana dhaerah sing ngarep omah pengaji milyaran rupiah, ana mburi omah mau ana gubuk saka kerdus. Sing kene hipertensi amarga kakehan mangan enak-enak ing sisih liya ana bocah kurang gizi kari lung lit (balung lan kulit). Wong mlarat arep tuku beras sekilo wae paribasan sikil endhas digawe sikil, sikil digawe endhas e…lha kok tega-tegane ana sega dibuwang-buwang amarga turah utawa mambu merga kakehan olehe masak.&lt;br /&gt;Pancen ing donya iki wis dadi nash menawa ana sing sugih ana sing mlarat, nanging uga wis dadi nash menawa sebagian duweke sing sugih dadi hake wong mlarat. Rak enggih ta ?&lt;br /&gt;Simpulane, embuh kuwi konvoi sing ora simpatik, kelangkaan BBM, kemlaratan, busung lapar, polio, kemrosotan moral wis dadi PR kanggone kita kabeh. Ora bakal bisa ilang menawa mung gumantung marang pemerintah, amarga jawaban kanggo samono akehe persoalan mau mung ana ati nurani sing suci saka awake dhewe kanggo noleh kiwa tengen aja mung nganggo kaca mata kuda sinambi ngobahake awak kanggo mbangun kebersamaan !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-115068426178878805?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/115068426178878805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=115068426178878805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115068426178878805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/115068426178878805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/06/konvoi-sekolah-menengah-atas-ora-ana.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114991310560351000</id><published>2006-06-10T11:17:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T11:18:25.886+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;EFISIENSI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kesepakatan bersama bila efisiensi adalah hal sesuatu yang wajib dilaksanakan untuk menghindari sesuatu yang dianggap tidak perlu, bahkan bisa juga efisiensi diartikan sebagai menghindari sesuatu yang sebenarnya perlu namun sesuatu itu bisa ditunda atau bahkan dihilangkan untuk sesuatu yang sangat perlu untuk saat tertentu.&lt;br /&gt;Namun baik secara sadar atau tidak, pola kehidupan modern saat ini mengaburkan makna efisiensi di atas, alhasil inefisiensi dapat dibungkus dengan sampul efisiensi secara rapi dan kita tidak sadar memerosokkan kita ke dalamnya.&lt;br /&gt;Ambil contoh handphone misalnya. Sebenarnya kita sudah mempunyai handphone yang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang merupakan sebab utama kita membeli handphone berupa handphone lama yang berharga beberapa ratus ribu. Namun kita lebih rela merogoh kocek lebih dalam dengan beberapa juta rupiah untuk membeli handphone berkamera, MP3, Megapixel dan lain sebagainya yang sebenarnya tidak begitu kita butuhkan. Padahal jika kita sedikit berfikir, di rumah kita sudah punya Kamera yang jauh lebih bagus hasilnya dari kamera yang terintegrasi di dalam handphone, kita juga sudah punya MP3 player yang suaranya juga jauh lebih jernih dari MP3nya handphone yang hanya bisa mengeluarkan sekelas radio cawang*) yang membikin telinga gatal. Betul memang lebih efisien (murah) harga handphone yang terintegrasi daripada beli protolan (sendiri-sendiri) tapi Kamera, MP3 player yang sudah ada di rumah mau diapakan ? Apakah ini langkah efisiensi ?&lt;br /&gt;Contoh lain, dalam belajar sebuah produk software. Saking banyaknya vendor yang menawarkan software baru akhirnya kita dipancing untuk mencoba dan menggunakan software-sofware tersebut, padahal jika saja waktu kita untuk belajar software baru itu jika kita gunakan untuk memperdalam software yang telah kita kuasai mungkin jauh lebih bermanfaat. Pasalnya, produk software yang baru belum tentu memiliki keunggulan yang lebih baik dari software sebelumnya.&lt;br /&gt;Akhirnya, pepatah mengatakan, seorang pemburu tak akan dapat menembak dua ekor kelinci sekaligus dalam satu waktu. Inilah makna dari efisiensi, mengeksporasi sesuatu secara maksimal sebelum berpindah atau berganti ke sesuatu yang lain, kecuali kalau memang langkah pertama ekplorasi sudah membentur tembok tebal yang membuat langkah pertama tidak efisien lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Radio cawang :  radio jaman dahulu&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114991310560351000?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114991310560351000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114991310560351000' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114991310560351000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114991310560351000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/06/efisiensi-sudah-menjadi-kesepakatan.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114960992632853247</id><published>2006-06-06T23:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T09:32:17.956+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;ANTARA ACARA TELEVISI DAN STATEMEN&lt;br /&gt;“JOGJA BUKAN WISATA BENCANA”&lt;br /&gt;Wahyu Agung S. *)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeli betul penggagas acara TV saat ini, mulai dari hantu bisa jadi uang, agama pun bisa jadi uang, malah kesengsaraan orang lain pun bisa mendatangkan uang.&lt;br /&gt;Perbudakan oleh kreatifitas yang kebablasan telah merambah ke segala aspek kehidupan manusia. Kejelian-kejelian mencari peluang bagi insan-insan pertelevisian semakin menggila menyentuh hal-hal yang sebelumnya tabu kini menjadi biasa demi isi saku (baca : uang). Saling sengitnya persaingan antar acara-acara televisi semakin membuat awak telivisi dan production house rela menanggalkan idealisme serta moral dan mengganti dengan rating televisi karena bagi mereka rating berarti lembaran-lembaran uang dan penghargaan. Alhasil, lahirlah acara-acara dengan tema yang beragam namun mirip satu sama lain di layar kaca.&lt;br /&gt;Okelah ini mungkin masih bisa dimaklumi, maklum hampir semua pemasukan lembaga penyiaran terutama televisi adalah dari iklan yang memang hanya dihasilkan dari acara-acara yang enak ditonton walaupun kadang tidak layak untuk ditonton, tak perduli akan idealisme apalagi moral.&lt;br /&gt;Kembali lagi pada konsep awal essay ini, eksploitasi terhadap segala sesuatu yang dilakukan insan pertelevisian ternyata tidak hanya pada hal-hal yang hebat, aneh, atau bagus dan mengudang decak kagum penonton. Namun karena berbagai factor yang saya sebut di atas lambat tetapi pasti baik terlihat nyata maupun tersamar tema-tema acara televisi ini menuju ke arah eksploitasi sesuatu yang dahulu tidak masuk nominasi tema acara seperti kemiskinan dan penderitaan, meskipun sebenarnya acara ini hanya sebagian kecil dari acara yang muncul di televisi.&lt;br /&gt;Bermula dari acara yang memang mengajak untuk beramal, dengan menayangkan kemiskinan dan penderitaan orang agar penonton ikut menyumbang, perlahan-lahan melebar ke arah eksploitasi kemiskinan dan penderitaan dengan memberi sesuatu hadiah dengan aturan main tertentu kepada si miskin atau si sengsara sesuai konsep acara. Emosi penonton disedot untuk selalu menonton dan menonton acara demi acara ini tanpa harus peduli dengan nasib mereka layaknya menonton sinetron atau film.&lt;br /&gt;Konsep awal yang sebenarnya mulia untuk berbagi harta demi si miskin atau si sengasara dengan menyumbang ke nomor rekening tertentu, berubah menjadi menampakkan kemiskinan dan kesengsaraan seseorang untuk dengan sengaja menguras emosi penonton agar selalu melihat episode-demi episode. Yang pada gilirannya penonton bukan diajak untuk meringankan beban si miskin atau si sengsara, tetapi beralih ke arah agar penonton tetap setia melihat acara itu sambil dijejali dengan produk-produk iklan yang ditayangkan di sela-sela acara-acara televisi yang pada gilirannya memberi keuntungan kepada penjaja produk bukan kepada si miskin atau si sengara.&lt;br /&gt;Memang sepintas ini tidak terlihat sebagai eksploitasi, namun cobalah di logika siapa yang lebih diuntungkan dengan adanya acara ini. Si miskin atau si sengsarakah? Atau si Empunya acara itu ?&lt;br /&gt;Si miskin atau si sengsara yang diiming-imingi uang hadiah beberapa puluh juta misalnya, mereka harus melakukan sesuatu yang kadang-kadang mendidik mereka untuk berperilaku konsumtif dengan memberi barang-barang yang sebenarnya tidak pas bagi mereka hanya karena mengejar waktu misalnya.&lt;br /&gt;Ada juga si Miskin atau si Sengsara disuruh menghafal suatu perpadanan kata selama beberapa menit untuk kemudian diuji dengan segala keterbatasan mereka untuk mengulang hafalan itu didepan orang-orang yang berjubel demi melihat harapan-harapan mereka dengan harap-harap cemas.&lt;br /&gt;Benar memang, diantara mereka ada yang memperoleh uang tunai seperti yang dijanjikan dengan catatan mampu melakukan apa yang menjadi aturan main acara televisi tersebut, namun tanpa mereka sadari si miskin dan si sengsara telah mempertontonkan kemiskinan dan kesengsaraan mereka dihadapan jutaan orang yang melihat acara tersebut. Sementara si Empunya Acara memperoleh hasil puluhan kali atau mungkin ratusan kali jumlah uang yang diperoleh Si Sengasara dan Si Miskin lewat tayangan iklan yang mereka tayangkan. Tak ada hubungan tolong menolong antara penonton dan yang ditonton, tetapi hubungan ekspolitasi kemiskinan dan kesengsaraan oleh si pembuat acara di satu sisi serta hubungan bisnis antara penonton dan si produsen lewat tayangan iklan produk yang ikut mensponsori pembuatan dan penayangan acara di sisi lainnya.&lt;br /&gt;Di akhir essay ini saya berfikir mengenai pelatuk yang telah menarik penulis menulis essay ini, karena sempat terhenyak ketika salah seorang teman saya bilang sebagian pengungsi di Jogja yang kotanya luluh lantak diterjang Gempa sempat memberi statemen “Jogja Bukanlah Tempat Wisata Bencana”. Sebuah perkataan menyanyat dari saudara kita di Jogja yang merasa kesengsaraan mereka itu saat ini dijadikan objek wisata bagi orang-orang tertentu yang merasa kesengsaraan dan penderitaan saudara-saudara kita di Jogja itu hanya sebuah tontonan seperti yang biasa mereka lihat di Acara-acara Televisi.&lt;br /&gt;Mungkin ini terjadi karena kebiasaan para Pelancong Wisata Bencana melihat kesengsaraan dan kemikinan orang lain dari sudut pandang sebagaimana Reality Show di Televisi yang biasa mereka saksikan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;renugan edisi : 06-06-06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114960992632853247?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114960992632853247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114960992632853247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114960992632853247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114960992632853247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/06/antara-acara-televisi-dan-statemen.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114924176141928755</id><published>2006-06-02T16:44:00.000+07:00</published><updated>2006-06-02T16:49:21.766+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SEDIKIT  untuk SAUDARAKU JOGJA dan KLATEN&lt;br /&gt;BANYAK untuk DIRIKU SENDIRI&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Tak ada artinya airmata,&lt;br /&gt;            Tak ada artinya ratapan mengharubiru&lt;br /&gt;            Tak ada artinya kekesalan pada nasib&lt;br /&gt;            Tak ada artinya semua yang kita miliki kemarin&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;                        Yang ada hanya saat ini&lt;br /&gt;                        Yang ada jiwa dan raga ini&lt;br /&gt;                        Walau sebagian masih utuh,&lt;br /&gt;                        Atau sebagian rapuh&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Jangan menangis saudaraku,&lt;br /&gt;            Buang jauh ratapanmu saudaraku&lt;br /&gt;            Saat ini engkau yang menderita&lt;br /&gt;            Mungkin lusa giliran kami&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;                        Rasakan lukamu sebagai cemeti&lt;br /&gt;                        Perlakukan darahmu yang tercecer kemarin sebagai oli pelumas&lt;br /&gt;                        Perlakukan keringatmu yang terperas kemarin sebagai bahan bakar&lt;br /&gt;                        Untuk menggerakkan mesin keperkasaanmu mengisi sisa hidupmu&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Ijinkan kami menarik pelajaran dari perjalanan hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sahabatku di Jogja dan Klaten&lt;br /&gt;            Walau sedikit yang bisa kami beri padamu&lt;br /&gt;            Namun kau telah begitu banyak memberi kesadaran makna hidup pada kami&lt;br /&gt;            Yang baru merasa belajar agar berguna bagi orang lain….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;                                   &lt;br /&gt;Jika ketabahan adalah  tujuan, maka kesakitan adalah jalan&lt;br /&gt;                                   &lt;br /&gt;Punung, 16.37 WIB,  2 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114924176141928755?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114924176141928755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114924176141928755' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114924176141928755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114924176141928755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/06/sedikit-untuk-saudaraku-jogja-dan.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114744735619671268</id><published>2006-05-12T22:21:00.000+07:00</published><updated>2006-05-12T22:22:36.463+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;PEGAWE  NEGERI   =  KESEJAHTERAAN ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Episode renungan  file lama………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawijining sore ing wiwitan wulan Juli ing warunge penulis sing asring dipanggoni tongkrongan bocah-bocah nom tekan STW (Setengah Tuwa). Tongkrongan sing diiseni diskusi maneka warna issue aktual bab urip, wiwit agama,  politik, ekonomi, olah raga nganti tekan cewek wis pokoke lengkap. Lan dijamin bermutu, ora umuk amarga akeh-akehe kancane penulis Sarjana saka manekawarna disiplin ilmu arepa isih ana sing dadi Panji Klantung.&lt;br /&gt;Sore kuwi sawijining priyayi, pendiri lan Kepala Sekolah MTs lan MA lagi wae blanja ana warunge penulis. Sinambi nunggu dilayani priyantune mbukak-mbukak Surat Kabar Harian sing kebeneran penulis langganan. Priyayi mau lagi wae diangkat dari Guru Bantu ana sawijing sekolah Negeri, kebeneran ing berita mau ana rencana Rekrutmen CPNS lan Ngangkat Guru Bantu dadi Pegawe Negeri ing wulan Agustus mengko.&lt;br /&gt;Sepisanan penulis methek menawa Priyayi mau mesthi ngrespon kanthi sukaning penggalih kanthi kawetu tembung-tembung hebat, sip, gaji bakal mundhak lan sapiturute, nanging priyantun mau mendel wae. Nganti detik kuwi penulis mung meneng wae sinambi menehi pelayanan marang priyantun mau.&lt;br /&gt;Ora suwe, salah siji kancane sing kebeneran uga lagi wae diangkat dadi Guru Bantu dolan menyang warunge penulis. Ngerti ana berita heboh mau, penulis kandakake marang kanca mau, kaya sing dak pethek, dheweke bungahe ora umum, nganti kawetu ukara “Wah, sedhela maneh aku bisa dari Pegawe Negeri tenan.” Pancen kancane penulis mau wiwit bubar kuliah Jurusan Teknik Sipil nerusake ana Akta 4 saya bisa dadi Guru, dadi kabar ngono mau mesthine dadi kabar sing paling ditunggu dheweke. “Yen dadi Pegawe Negri tenan, gaji mudhak kesejahteraan terjamin”. Kancane penulis nerusake tembunge.&lt;br /&gt;Mireng kancane penulis ngomong ngono mau, Priyayi sing blanja mau ngendikan marang kancaku, “Gaji mudhak tak kira ora penting mas, lha wong mesthi kurang. Anggota DPR sing keceh dhuwit wae isih rumangsa kurang lan njaluk tambahan income apa maneh mung gaji saka pegawe negeri kuwi sepira ta? Sing penting olehe ngecakake.” Krungu ngendikan kaya ngono mau, penulis lan kancane meneng. Menawa wong liya sing ngendikan ngono mbok menawa Penulis isih rada ragu, nanging nalika sing ngendikan sawijining Bapak sing wis tuwuk ngopeni sekolahan swasta anggone ngedegake piyambak wiwit tahunan kepungkur kanthi gaji ora netep malah kadhang tombok ewosemono bisa mundhut lemah lan saiki mbangun, nganti tekan piyantune ketampa dadi Guru Bantu kanthi gaji tetep, Ngendikan mau mesthine ora mung isapan jempol utawa apus-apus nanging pancen wis sak benere saka pengalaman sak wene piyambake dadi “uwong”.  Saya jero penulis pikir, saya  bener apa sing dingendikakake priyayi mau, penulis ya ora kurang anggone krungu Pegawe Negri (Balane Bapak &amp; ibu sing kebeneran Guru) kurang-kurang dhuwit arepa lanang wedok loro-lorone pegawe negeri, golongan IV maneh, ewasemono ya isih kegubet utang pirang-pirang puluh yuta nganti adol omah lan lemah sing dipanggoni kanggo nyaur utang. Nanging ing sisih liya, tanggane penulis sing garapane bukak dhasar ana pasar dagang sak kecandhake bisa nyelengi lan duwe omah layak arepa ora apik, bisa ngingoni anak 3 kanthi becik ora kurang sawiji apa, bahagia lan sing penting ora kegubet utang.&lt;br /&gt;Teka kene penulis saya jero olehe mikir, menawa Pegawe Negri, sing saiki dadi trend kanggone pada kadang nganti sok direwangi nyogok puluhan nganti atusan yuta mung kanggo golek NIP(waos : Pegawe Negri),  kanyata ora satus prosen bisa dadi gantholan urip. Terus ngapa padha rebutan dadi Pegawe Negeri ?&lt;br /&gt;Selawase iki akeh-akehe, klebu penulis nganggep menawa dadi Pegawe Negri mesthi Masa Depan Terjamin, tegese saben wulan mesthi oleh dhuwit ora ketang sethithik, nganti ana sing omong Pegawe Negri kuwi dicokot-cokot alot lan awet soale bisa nganti pensiun. Bapak/ Ibu durung rumangsa kasil ndidhik putra menawa durung dadi Pegawe Negri, Bapak/Ibu luwih seneng menawa mantune duwe NIP lan kadhang sok mentala nolak menawa pacare putra/putrine dudu Golongan Kaum sing duwe NIP.  Nanging urip sakiwa tengene penulis wis menehi kanyatan liya, kaya sing wis diwedhareke penulis ana ing dhuwur. Kesejahteraan kuwi ora saka saben wulan oleh gaji tetep kaya pegawe negeri, utawa ora saka akehe dhuwit, nanging kepiye olehe ngolah gaji utawa rejeki mau supaya berkah lan manfaat. Lan rejeki olehe ora mung saka dadi pegawe negeri, bisa saka dadi tukang, dagang, ternak, tani, nyopir lan sapiturute, sing penting rejekine halal, Insya Allah berkah.&lt;br /&gt;Dadi masa depan, kesejahteraan ora mung ana NIP nanging piye olehe memanajemen diri kanggo golek rejeki kanthi halal lan ngetokake kanthi ngati-ati, ora boros kareben dadi berkah. Akhire, nyilih tembung sawijining iklan “Hari gini ngandalin Pegawe Negri ? …&lt;br /&gt; Punung, Juli 2005&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114744735619671268?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114744735619671268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114744735619671268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114744735619671268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114744735619671268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/05/pegawe-negeri-kesejahteraan-episode.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114732092198621659</id><published>2006-05-11T11:14:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T11:40:32.840+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;CANDU-CANDU DALAM KATA MUTIARA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasa sakit akan timbul jika kita merasa memiliki sesuatu, maka jangan pernah merasa memiliki sesuatu kalau kau tak ingin sakit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada candu yang terhimpun dalam untaian kata di atas. candu yang selalu ingin diteguk dan diteguk setiap detik oleh orang-orang yang terluka akibat sesuatu yang telah pergi, berharap dengan candu itu dapat memanipulasi hatinya agar terlepas dari luka-luka menganga yang setiap saat teroreh dan tertoreh lagi oleh pisau-pisau kehidupan yang semakin lama semakin tajam tak terperikan karena kepergian sesuatu yang tadinya merasa kita miliki sepenuhnya.. Pembelaan pada diri yang terlanjur terluka ini memang ada baiknya sehingga kita bisa sejenak melewatkan diri dari kesakitan demi kesakitan sampai akhirnya melupakannya.&lt;br /&gt;Namun, kebayakan dari kita kemudian seperti menghalalkan diri untuk terus kalah (kehilangan), kita telah terkoyak dan membiarkan “musuh” ketidakberdayaan kita menari-nari dan berpesta pora di atas luka-luka kita. Bendera putih akan selalu diingat oleh “musuh-musuh” kita dan mereka akan lebih berani mengoyak diri kita suatu saat nanti.&lt;br /&gt;Yah, ketika kalah (kehilangan) kita menjadi pasif, membatu, membeku seperti es-es yang dingin di kutub tak berpenghuni senyap. Sungguh inilah kesalahan sebagian besar dari kita, menerima kekalahan (Kehilangan) sebagai takdir yang mustahil bisa diubah…maka candu kata-kata mutiara-lah yang menjadi akhir dari kebinasaan kita.&lt;br /&gt;Adalah benar jika kita di dunia ini tidaklah abadi, kepemilikan mutlak adalah hanya Allah SWT tempat kita berpulang dan mengembalikan segala kepemilikan fana di dunia ini juga jiwa nan hina rapuh ini dihadapan-Nya. Namun apakah ini yang diharapkan Tuhan yang membekali kita dengan akal dan hati ??&lt;br /&gt;Adalah jalan pertengahan yang merupakan sikap yang terbaik, dengan begitu kita tidak terlalu pasrah seperti pasrahnya benda yang ingin jatuh kelangit namun pasti jatuh ke bumi, tetapi bukan pula kita harus optimis seperti optimisnya bumi yang mengharap semua barang yang jatuh turun kepangkuannya.&lt;br /&gt;Sikap pertengahan ini adalah antara pasrah dan optimis. Sikap ini ibarat titian yang begitu tipis sehingga begitu sulit untuk menitinya bahkan mencarinya apalagi bagi hati yang terlanjur terluka.&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang sedikit mau merenung, berfikir dan cinta ilmulah yang insyaallah bisa menemukan, meniti sampai akhirnya menyeberangi titian pertengahan ini sampai ke ujungnya yaitu kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah SWT. menjauhkan kita dari kata-kata yang tidak berguna atau melemahkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Perenungan : Maret – Mei 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114732092198621659?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114732092198621659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114732092198621659' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114732092198621659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114732092198621659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/05/candu-candu-dalam-kata-mutiara-rasa.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114675389842929077</id><published>2006-05-04T21:43:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T11:41:22.916+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;PELAJARAN DARI MBAH YONO YANG TAK KENAL LELAH&lt;br /&gt;(Sebuah percakapan di atas bus yang terekam di benak)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus Aneka Jawa jurusan Solo –Pacitan baru saja keluar dari terminal Tirtonadi Solo di siang yang lumayan menyengat. Angin yang berhembus lewat kaca-kaca jendela bus tanpa AC yang mulai melaju itu sejenak bisa meredam gerah yang aku alami.&lt;br /&gt;“Sekarang dimana mbah Sepeda L2S nya yang bunyinya memekakan telinga itu?” baru beberapa meter bus keluar dari terminal Tirtonadi Solo, aku dikejutkan oleh suara Sang Kenek Bus melawan deru bus.&lt;br /&gt;“Sudah saya jual, sekarang saya naik Kharisma yang dikasih cucu yang punya dealer. Ini untuk harian mbah..he..he….begitu katanya”, Terdengar suara kakek-kakek dengan nada ceria sekaligus bangga.&lt;br /&gt;“Kalau Pakai Karisma jadi gagah seperti perjaka lagi ya mbah.” Kata si Kenek menggoda. Yang disambut tawa lepas si Kakek.&lt;br /&gt;“Mbah, apa sudah tidak jualan keliling lagi ? “ Aku dikejutkan lagi oleh suara Sang Kenek Bus melawan deru bus.&lt;br /&gt;“Masih nak walau sedikit-sedikit.” Kata kakek itu.&lt;br /&gt;Aku menoleh ke arah belakang. Percakapan kenek bus dan seseorang yang dipanggil mbah itu mengetuk rasa ingin tahuku. Ternyata seorang kakek duduk di bangku paling belakang, dua deret dibelakangku. Kakek itu duduk tepat di belakang pintu belakang bus juga tepat di belakang kenek yang menjaga pintu samping belakang bus..&lt;br /&gt;Sosoknya dengan gurat ketuaan tak bisa dipungkiri nampak jelas, namun masih memancar gurat-gurat semangat yang menggebu di sinar wajahnya. Berkopyah hitam dan berbaju batik kelihatan gagah dan jauh lebih muda dari ukuran lelaki lain seumurnya.&lt;br /&gt;Itulah potret Seorang kakek tua yang sempat menghentak nuraniku siang itu. Kira-kira akhir Maret 2006 di sebuah bus jurusan Solo – Pacitan yang kebetulan aku tumpangi.&lt;br /&gt;“Saya kira Sampeyan sudah meninggal mbah, lama tak ketemu.” Si Kenek melanjutkan.&lt;br /&gt;“Ha..ha..ha…”. tawa si Kakek itu lepas menarik perhatian orang-orang yang duduk di sekelilingnya.&lt;br /&gt;“Aku masih ingat sampeyan Pakai Sepeda L2G biru jualan (sales) ke Punung, waktu itu saya masih SMP. Sering saya lihat sampeyan nyetori barang ke toko dekat rumah saya. Setelah itu saya ingat betul sampeyan waktu itu pakai L2S keluaran pertama L2S sebagai ganti L2G.” Kata si Kenek.&lt;br /&gt;“Betul…tapi kalau ditanya warna L2G ku yang katamu biru, aku sudah lupa L2G ku warna biru atau hijau ya ?” Kata Si Kakek agak bingung, membuat kami semua pendengarnya sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;“Mulai tahun berapa mbah Sampeyan Jualan (sales) keliling?” tanya si Kenek lagi.&lt;br /&gt;“Awal saya keliling tahun 1952, waktu itu saya masih pakai onthel. Saya ambil barang dari Solo biasanya saya berangkat dari Solo (tempat kulakan) jam 06.00 pagi lantas ngonthel lewat Wonogiri ke Batu waktu itu masih agak dekat karena masih ada jalan yang sekarang telah tergenang oleh waduk Wonogiri. Sampai di rumah Desa Mudal Kecamatan Giriwoyo (Sebelah Selatan Baturetno) jam 22.00 malam kalau dihitung 16 jam saya ngonthel”. Cerita si kakek semangat. “Itu saya jalani selama 15 tahun non stop. Setelah dapat barang dagangan, saya ngonthel menyetorkan barang dagangan saya itu ke Batu, Donorojo, Punung, Pringkuku dan Pacitan. Ada pengalaman yang tak pernah aku lupakan, pernah waktu itu sekitar tahun 1979 s./d 1980 saat waduk Gajah Mungkur Wonogiri sedang dibangun, waktu itu malam hari, penduduk di daerah itu sudah habis ditransmigrasikan, saya lewat desa-desa yang telah ditinggalkan, sepi sekali (saat itu belum tergenang air waduk). Dalam suasana sepi itu saya ketemu dengan harimau sedang berjalan di jalan yang sama saya lewati. Tidak ada yang dapat saya lakukan selain saya jalan terus sambil hati berdebar-debar. Untuk menguatkan dalam hati saya meyakinkan, Tak mungkin harimau makan orang hidup..he..he,…., alhamdulillah tak terjadi apa-apa.” Cerita Si kakek yang sedikit mengundang tawa kami.&lt;br /&gt;“Waktu itu itu untungnya besar ya mbah? Tanya si kenek pengin tahu.&lt;br /&gt;“Sebenarnya tidak banyak, tapi yang saya suka itu banyak saudara. Dimana-mana setiap saya lewat hampir pasti dipanggil orang, hampir semua orang terutama pedagang eceran yang saya setori barang kenal sama saya….termasuk sampeyan ini (Maksudnya si Kenek). Ya kalau soal untung kira-kira setiap 3 bulan keuntungan dari usaha saya dapat dibelikan sapi satu.” Jelas si Kakek.&lt;br /&gt;“Kalau begitu sampeyan kaya ya mbah saat ini?” tanya si Kenek.&lt;br /&gt;“Wah sudah habis semuanya, untuk anak-anak saya..he….he…” Si Kakek tertawa.&lt;br /&gt;“Sekarang sampeyan umur berapa mbah?” Seorang penumpang bertanya.&lt;br /&gt;“Kalau tahun kelahiran saya saya lupa masalahnya tidak dicatat, tapi saya masih mengalami penjajahan Jepang, kalau tahun 1952 saya sudah mulai keliling sampeyan kira-kira sendirilah umur saya….he.he…” Jawab si kakek.&lt;br /&gt;“Sekarang sampeyan masih berdagang mbah?”&lt;br /&gt;“Masih, soalnya kalau tidak kerja pikiran jadi ngelangut..lekas tua.he..he…”&lt;br /&gt;Percakapan demi percakapan itu terus berlanjut dan berhenti ketika Kakek tua yang belakangan saya tahu namanya Mbah Yono itu turun di pertigaan Giriwoyo, turun di pertigaan menuju ke rumahnya, Desa Mudal Kecamatan Giriwoyo.&lt;br /&gt;Tapi sungguh sahabat, semangat dan mental tak kenal menyerah ala Mbah Yono ini telah menggugah hati sanubari saya. Bahwa betapa selama ini aku dimanja dengan segala kemudahan transportasi, dukungan finansial dari orangtua, tak kenal dengan Lara-lopa (susah) dan sekarang tinggal duduk pembeli dan pelanggan sudah datang sendiri. Tak kenal dengan cara-cara memeras keringat, atau membanting tulang, begitupun masih sering mengeluh yang capeklah, yang inilah, itulah dan sebagainya. Sedikit kata syukur yang keluar dari lubuk hati saya. Dalam keadaan ini saya teringat surat Ar Rahman "Maka nikmat Tuhanmu yag manakah yang kamu dustakan ?" ("Fabiayyi aalaaai rabbikumaa tukadzdzibaan").&lt;br /&gt;Terima kasih mbah Yono, tanpa engkau sadari engkau telah memberi pencerahan pada orang yang sangat-sangat pantas menjadi muridmu dalam hal tekad, semangat dan hidup yang pantang menyerah serta cerdik mencari peluang. Sungguh merupakan sebuah pelengkap ilmu yang tak saya dapat dari buku-buku yang sudah saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas berangkat dari kisah nyata, dengan gubahan dari penulis.&lt;br /&gt;Renugan : edisi Punung, 4 Mei 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114675389842929077?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114675389842929077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114675389842929077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114675389842929077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114675389842929077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/05/pelajaran-dari-mbah-yono-yang-tak.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114497793255975850</id><published>2006-04-14T08:23:00.000+07:00</published><updated>2006-04-14T08:34:54.926+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;AJA GAMPANG KEPENCUT KERJASAMA BISNIS&lt;br /&gt;SING NJANJEKAKE UNTUNG GEDHE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;secuplik perenungan yang saya ambil dari file lama....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wis dadi kodrate manungsa urip ing alam ndonya yakuwi golek rejeki supaya tetep bisa urip. Bisnis dadi dalan kanggo nggolek rejeki sing keri-keri iki lagi trend ing satengahing masyarakat. Wiwit karang padesan sing jenenge warung, toko, PKL nganti Sawalayan lan sapiturute ing kutha dadi barang sing biasa lan mblasah ana kana-kene. Apa maneh saiki kabeh Lembaga Perkreditan utawa Bank padha lomba-lomba menehi kredit kanthi jasa sing entheng, dadi saya gawe gampange golek utangan kanggo modal usaha. Pancen bisnis meh kabeh bisnis kuwi “menjanjikan“ menawa dikelola kanthi becik lan usahane uga becik uga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanging ing keri-keri iki wiwit mucul bisnis sing bermasalah. Model bisnis bermasalah iki contone kaya bisnis CV Medical sing kanthi janji sing muluk-muluk menawa gelem nandur ginseng sing bibite saka CV Medical bakal oleh untung lumayan akeh, lan isih di “bagi” sepeda motor gress. Nanging apa kabul wusanane, nalika panen, ginseng asile olah tetanen mung di buwang sebrung tanpa dimanfaatake kaya salumrahe asil tetanen. Sebagian dituku kanthi rega luwih murah ora kaya sing dijanjekake, ing keri-kerine Direktur CV Medical ora gelem tanggung jawab marang apa sing kedadeyan. Akhire petani sing rugi dhuwit lan tenaga, sepeda motore uga diancam dicabut dealer amarga ora dicicil dening CV Medical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadurunge CV Medical, rong tahun kepungkur uga ana PT QSAR sing nawakake keuntungan bisnis 16% kanthi wektu 1 – 2 wulan marang sapa wae sing gelem inves ana PT kuwi. Wektu kuwi uga akeh sing kepencut melu kanthi ngangen-angen untung gedhe. Pikirane para kadang sing kepencut kuwi, keuntungan 16% sing dijanjekake PT QSAR luwih dhuwur tinimbang jasa menawa disimpen ana Bank. Nanging apa sing kedadeyan ? PT QSAR sing usahane ana babagan agrobisnis kuwi bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conto perusahaan loro ing nduwur kuwi dadiya “lampu kuning” kanggone pada kadhang supaya ora gampang kena bujuk rayune wong-wong utawa perusahaan sing njanjekake keuntungan sing matikel-tikel. Coba dipikir dhisik kanthi logika wening menawa arep mlaku, amarga ing jaman sarwa susah kaya ngene iki akeh wong sing tegel senajan marang sedulur dhewe yen wis nyangkut masalah dhuwit.&lt;br /&gt;Ing kene penulis nyoba menehi gegambaran sing gampang ngenani logika bisnis supaya para kadhang ora gampang percaya menawa ditawani kerjasama sing “menjanjikan” :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenalana Bisnise&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ing ngendi wae sing jeneng usaha rata-rata golek bathi utawa keuntungan. Menawa bisnise arupa dodolan umpamane, mesthine keuntungan sing diasilake saka selisih rega antarane rega barang kulak karo rega barang sing didol. Selisih kuwi macem-macem bisa 1%, 2%, 10% nganti matikel-tikel saka rega kulake. Lan keuntungan iki ora winates sing penting ana “kesepakatan” antarane sing dodol karo sing tuku. Biasane dodolan kanthi untung sing gedhe iki ora bisa kaleksanan saben dina, amarga barang sing didol regane larang, arang wong sing butuh, langka lan mungkin ora ana saingan sing dodolane padha. Dadi menawa ana pawongan sing nawani panjenengan bisnis kanthi keuntungan sing ndadekake idu dleweran, coba panjengan dhedhes bisnise ana babagan apa. Kanthi ngerti “ladang bisnise” panjenengan bisa ngira-ira pira keuntungan sing bisa dibagi. Yen petungane ora mlebu logika (ketarane ngayawara) luwih becik panjenengan ora melu.&lt;br /&gt;Pancen ana bisnis sing sifate spekulatif sing njanjekake untung sing gedhe, nanging kuwi rawan banget marang sing jenenge tuna utawa rugi, luwih becik panjengan ngindari bisnis spekulatif menawa dhuwit sing panjengan inves mau dudu dhuwit nganggur, dhuwit utangan utawa panjenengan ora duwe antisipasi menawa bisnis mau gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian untung / bathi sing wajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ing ngendi wae, bunga Bank isih dadi tolak ukur bisnis. Menawa laba/ keuntungan sing ditampa saben sasine luwih sithik saka jasa bank, luwih becik dhuwit mau dilebokake bank wae, ora usah susah-susah kerja, ora bakal rugi lan jasane mesthi saben sasine. Dadi bisnis kuwi wajar menawa nilai keuntungane luwih dhuwur saka bunga bank, nanging menawa panjengan ditawani sawijining pawongan kang ngejak bisnis lan keuntungane tikel adoh karo bunga bank, panjengengan kudu curiga. Logikane mangkene, misale panjenengan ditawani bisnis kanthi pembagian 16% saben wulane (kaya PT QSAR), pajenengan nyobaa “berfikir” dadi paraga/ cukong sing duwe usaha. Umpama bunga bank 2 %, rak luwih becik pengusaha / cukong mau nyilih menyang Bank kanggo mbukak usaha, dadi keuntungan sing akeh mau ora nyebar menyang endi-endi lan dadi hake, lha ngapa kok ngejak wong liya barang ? (Iki trep karo logikane ngapa kok dhukun nomer togel ora tuku nomer sing cespleng sing diramal dhewe kareben oleh tembusan lan ora perlu angel-angel kerja dadi dhukun maneh ? jawabane amarga mbah dukun ya ora bisa mesthekne nomer togel sing metu) Menawa bisnise pancen mantep tenan, ngapa kok ora utang menyang Bank wae kok malah golek partner ? Menawa jawabane, ora duwe anggunan kredit kanggo utang bank, jawaban kuwi bisa dadi dasare panjenengan kanggo nolak bisnis sing ditawakake amarga kuwi mertandhani menawa rekanan bisnis sing ngejak panjenengan ora duwe landasan modal sing kuat kanggo bisnis. Ana ngendi wae menawa bisnis kuwi (kejaba sing sifate spekulatif) mesthine pebisnis wis duwe landhesan sing kuat arupa modal kanggo njagani menawa ana apa-apane anggone bisnis. Dadi menawa ana rugine anggone usaha, isih ana modal kanggo bali usaha maneh lan ora malah dadi bangkrute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenalana sing ngajak panjenengan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menawa panjengan diajak bisnis dening sawijining pawongan, panjenengan kudu ngerti latar belakange pawongan mau. Panjenengan mesthine isih kelingan ana unen-unen manca “The right man on the right place” kae. Ing bisnis uga “berlaku”, bisnis menawa ora dicekel dening pawongan sing ahli ana bidang bisnis apa maneh omsete akeh kuwi bahaya amarga rawan kesalahan manajemen, keuangan, lan liya-liyane. Conto, ing desane penulis, CV Medical nyedhaki petugas PPL sing uga tokoh masyarakat supaya ngajak masyarakat melu inves ana CV-ne. Amarga CV Medical kuwi bisnise ing babagan pertanian, lan ana petugas PPL sing ajak-ajak inves kanthi keuntungan sing jare ora umum akehe, akhire akeh sing melu, nanging apa sing kedaden ? Petugas PPL lan masyarakat sing inves kapusan. Karepe masyarakat rak ana petugas PPL sing ahli lan tokoh masyarakat, masyarakat ora mikir adoh menawa petugas PPL mau ahline mung ana olah tetanen sing dadi sega lawuhe saben dinane lan kurang ngerteni bidang bisnis, akhire cuwa karo cuwa, ilang dhuwit lan ilang pangarep-arep sing muluk-muluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wajar lan orane bonus utawa hadiah sing bakal ditampa panjenengan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ing bisnis, bonus utawa hadiah kuwi wajar. Contone kaya warunge penulis nalika riyaya ngono kae panen parsel saka agen-agen sing nyetori barang dagangan marang penulis. Menawa tahun baru, tanggalan anyar utawa jam dhindhing akeh nganti diwenehake marang sanak kadang. Kuwi wajar, amarga nilaine bonus utawa hadiah adoh sangisore nilai barang sing dikulak dening penulis kanggo ngisi warung, dadi ajine barang bisa dicowok saka “labane” anggone setor barang marang toko-toko utawa pengecer kaya penulis. Nanging menawa bonus utawa hadiah kuwi nganti 50%, 100% malah ana sing nganti matikel-tikel saka dana sing diinves kanthi wektu singkat, kuwi ora wajar. Coba panjenengan galih bisnis apa sing jaman saiki bisa menehi keuntungan sakmono mau ? Wong PT QSAR wae sing menehi keuntungan “mung” 16% wae bisa bangkrut apa maneh kanthi menehi bonus sing ngluwihi saka kuwi ?. Aja-aja usahane ana meja judi, yen menang panjenengan dibayar lha yen kalah panjenengan ya ngaplo. Utawa malah uga mung apus-apus, maksude apus-apus mangkene, sing setor dhisik mungkin diwenehi bonus utawa hadiah trep karo apa janjine, supaya dadi sarana “promosi” marang sanak kadhange menawa bisnise mau ora ngapusi. Menawa wis akeh sing kepincut melu lan dana sing kekumpul wis akeh, cukonge lunga saparan-paran karo nggawa dhuwit panjenengan. Siji loro pawongan sing setor dhisik bathine matikel-tikel lan ora rugi, lha sing giliran setor keri anane mung ngaplo lan nggetuni nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sithik saka penulis, kanthi tulisan iki penulis nyoba ngejak panjenengan kabeh supaya ngati-ati menawa ana sing ajak-ajak bisnis sing nilai keuntungane ora wajar. Coba ditanting nganggo atine panjenengan dhewe-dhewe kanthi logika sing penulis sebutake ana ing dhuwur supaya ora getun ing tembe mburi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi perenungan : Mei 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114497793255975850?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114497793255975850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114497793255975850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114497793255975850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114497793255975850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/04/aja-gampang-kepencut-kerjasama-bisnis.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114491930327170856</id><published>2006-04-13T16:05:00.000+07:00</published><updated>2006-04-13T16:08:27.793+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/iranflag.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/320/iranflag.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DUKUNG PENGAYAAN NUKLIR DI IRAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sudilah menoleh dengan logika yang bening tanpa memihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sebuah logika sederhana tentang dua buah tangan yang memenang masing-masing sebuah tongkat kayu dan sebuah tongkat besi. Ketika salah satu tongkat di tangan dipukulkan ke tongkat yang lain maka tongkat kayu sudah pasti akan dapat dipatah oleh tongkat besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lain halnya dengan dua buah tongkat besi yang sama besar dan kekuatannyan saling dipukulkan, maka kedua tongkat itu tidak patah bahkan kedua tangan yang memegangnya akan kesemutan dan jera untuk memukulkan keduanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah logika dimana saya melihat, bahwa kesewenang-wenangan di dunia ini akan terus terjadi jika hanya satu Pihak yang memiliki tongkat besi (Teknologi Super), sementara yang lain hanya memiliki tongkat kayu (Teknologi Usang) yang hanya bisa menghalalkan dirinya menjadi sapi perahan saja tanpa bisa berontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logislah, jika ada dua negara yang berbeda ideologis sama-sama memiliki teknologi super (tongkat besi), atau dengan kata lain ada dua kekuatan yang berbeda ideology yang sama kuat dan seimbang teknologinya di dunia ini, maka kedua kekuatan ini akan saling gentar dan berpikir dua kali untuk melakukan kesewenangan kepada negara lain karena bisa jadi “tangan-tangan mereka akan kesemutan” karena saling berbenturan. Maka. tidak ada Afganistan-afganistan baru, tidak ada Palestina-palestina baru, tidak ada Iraq-Iraq baru tidak ada negara berdaulat baru yang dicabik-cabik dan dicerai-beraikan dan dibiarkan terus bergolak tak berkesudahan oleh Sebuah negara yang saya menyebutnya Polusi Dunia (bukan Polisi dunia) dan sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah Kecongkakan negara adidaya (AS dan sekutunya) yang dengan muka dua mukanya tidak mengindahkan India, Pakistan, Israel yang terus bereksperimen dengan nuklirnya sementara mereka (AS dan sekutunya) dengan congkaknya mengintimidasi Korea Utara dan juga Iran untuk mengembangkan Tenaga Nuklir. Ada apa dengan Iran dan Korea Utara ?? Ada apa dengan India, Israel dan Pakistan ??? Ada apaaa denganmu….wahai Polusi Dunia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu jawabnya jika mau berfikir dan merenung……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114491930327170856?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114491930327170856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114491930327170856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114491930327170856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114491930327170856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/04/dukung-pengayaan-nuklir-di-iran.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114177034107077978</id><published>2006-03-08T05:23:00.000+07:00</published><updated>2006-03-08T05:25:41.373+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;BALADA  AMBROLNYA ATAP  KERETA API,&lt;br /&gt;HARUSKAN TAMBAH GERBONG ??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kereta api akan meninggalkan stasiun, ketika salah seorang petugas KA melihat beberapa puluh orang sedang berebutan naik ke atas gerbong.&lt;br /&gt;“Hey jangan naik ke atas gerbong, apa kamu tidak tahu teman-temanmu yang kemarin tewas karena atap KA ambrol?” Bentak petugas lantang.&lt;br /&gt;“Kami tahu pak, tapi kami butuh pergi ke tempat kerja.” Balas salah seorang.&lt;br /&gt; “Ya, tapi ini berbahaya, bukankah PT KAI sudah menambah gerbong lebih banyak biar muat kalian semua, pemerintah juga sudah menganggarkan sekian dan sekian USD untuk membeli lokomotif bekas dari Jepang, kenapa kalian tak menghargainya sekaligus mencari aman?” Tanya si petugas agak marah.&lt;br /&gt;“Kami tak perduli dengan gerbong baru atau berapapun USD anggaran untuk membeli KA baru, beritahu sama pemerintah kami tidak butuh gerbong baru, biarpun ada 1000 KA lewat disini dengan gerbong kosong melompong kami tak akan mau masuk, karena yang  kami butuhkan tumpangan gratis dengan naik di atapnya!!” kata penumpang lagi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;***************************************&lt;br /&gt;Belum kering airmata para keluarga korban tewas akibat ambrolnya atap Kereta api jurusan Rangkas Bitung – Tanah Abang, namun gejala untuk mengulangi perbuatan nekad dengan menumpang di atas atap kereta sudah mulai timbul lagi.  Departemen perhubungan dengan bahasanya yang khas birokrat menggembar-gemborkan akan menindaklanjuti ini dan itu ingin membeli ini dan itu agar tidak ada lagi kasus penumpang kereta di atas atap. Yah, kata-kata khas birokrat yang merupakan reaksi alami departemen yang jenggotnya kebakaran.&lt;br /&gt;Namun para birokrat agaknya hanya melihat kasus itu dengan kacamata mereka, kacamata dengan saku-saku penuh lembaran uang, rumah-rumah megah, ruang-ruang yang dingin dan nyaman di dalam gedung ber AC atau mobil ber AC yang dengan hanya menjentikkan jari untuk memperoleh uang sejuta dua juta seharinya. Uang bukanlah soal bagi mereka, kenyamanan itulah yang harus ditingkatkan, bukan yang lain. Maka timbullan ide membeli loko baru yang bisa menarik lebih banyak gerbong, menambah track di jalur tertentu agar lebih banyak KA yang lalu-lalang, yang kesemuanya berujung pada kenyamanan penumpang.&lt;br /&gt;Sementara dari kacamata konsumen Kereta kelas ekonomi, dengan gerbong-gerbong baru itu maka ancaman terhadap kelangsungan ekonomi malah akan semakin berat, karena sebetulnya sebagian dari mereka naik di atas kereta itu merupakan sebuah pilihan paling ekonomis alias gratisan untuk memotong kebutuhan akan sarana transportasi. Yah maklumlah dengan penghasilan yang serba mepet harus pandai-pandai mensikapi perilaku dan kebiasaan, termasuk tranportasi, karena kalau tidak, bagaimana dapur di rumah kontrakan akan tetapmengepul.&lt;br /&gt;Jikalau dilihat dari sisi ini, adalah tidak aneh jika suatu saat nanti walaupun bertebaran gerbong-gerbong kosong lewat di jalur-jalur itu, namun kursi-kursinya  kosong melompong karena tak ada yang sanggup membayarnya. Atau dengan skenario lain apabila proses pengawasan terhadap penumpang masih tetap seperti ini ada kemungkinann kursi-kursi dalam gerbong kosong melompong tetapi dengan atap penuh dengan manusia. Dengan scenario ini, apakah sepenuhnya tepat jika menyelesaikan permasalahan dengan hanya menambah gerbong kereta ?&lt;br /&gt;Lebih mendalam bila dikaji, kemiskinan ini menimbulkan dua dampak lanjutan dalam kasus manusia atap kereta ini. Akibat kemiskinan ini menimbulkan dua sikap konsumen kereta yaitu antara ketidakmampuan membayar dan ketidakmauan untuk membayar. Dua alasan logis yang luput diperhatikan aparat terkait inilah yang mendorong mereka naik ke atap. Jadi bukan semata-mata gerbong penuh lantas mereka naik atap, bukan pula karena gerbongnya tidak bisa lagi dijejali lagi oleh penumpang mereka naik ke atap, tapi alasan yang juga masuk akal, yaitu &lt;strong&gt;mereka tidak mampu atau mereka tidak mau&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIDAKMAMPUAN&lt;br /&gt;Ketidakmampuan membeli tiket ini memang tak lepas dari kemiskinan sebagian masyarakat. Saat semua kebutuhan naik termasuk di dalamnya kebutuhan akan sarana transportasi yang merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di perkotaan, maka apabila ada jasa transportasi gratisan mereka serta-merta memanfaatkannya. Atau dengan kalimat yang lebih mudah, sementara upah sebagian kasta ekonomi lemah sebagai para pekerja kasar / buruh belum juga naik, di sisi lain kebutuhan meningkat pesat. Akibatnya kemampuan membeli tiket juga berkurang, padahal mereka butuh transportasi dalam kadaan bagaimanapun sulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIDAKMAUAN&lt;br /&gt;Mereka tidak mau membeli tiket kereta. Golongan kedua ini mungkin malah lebih besar dari golongan pertama, golongan yang keenakan dengan fasilitas gratis walau ujungnya bisa membahayakan nyawanya. Mereka sebagian memang dari golongan yang tidak mampu namun ada pula dari mereka yang memang punya “hobby” menumpang.&lt;br /&gt;Dua permasalahan pokok di atas hendaknya juga diperhatikan oleh aparat terkait untuk menyelesaikan secara tuntas permasalahan manusia atap gerbong ini sekaligus mengakhiri episode-episode negatif transportasi kita, untuk membendung air mata-air mata baru yang siap tumpah akibat terulangnya kejadian mengenaskan itu..&lt;br /&gt;Akhirnya, menurut ilmu tukang pemikat burung “jika ingin memikat burung yang terbang bebas ke dalam sangkar yang kita buat, maka buatlah sangkar itu penuh dengan makanan sehingga menarik burung itu untuk masuk, bukan dengan menambah sangkar baru lagi disamping sangkar yang lama”. Yang bila ditasfsirkan secara bebas ke dalam permasalahan di transportasi KA ini perlu kiranya membuat sesuatu yang menarik penumpang dengan berbagai latar belakang tersebut, agar  meraka dengan sukarela atau terpaksa mau dan mampu masuk ke dalam gerbong. Baik itu dengan pengawasan yang ketat dan hukuman bila kedapatan ada penumpang yang naik ke atap atau dengan cara melakukan subsidi silang dengan menekan harga kelas ekonomi serendah-rendahnya dengan menaikkan kelas eksekutif atau bisnis, atau dengan cara lain yang mungkin bisa dipikirkan.Dan bukan dengan semata-mata menambah gerbong-gerbong baru lagi, walau itu sebenarnya juga sangat perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan yang berwenang memperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Episode renungan 7-8 Pebruari 2006&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114177034107077978?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114177034107077978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114177034107077978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114177034107077978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114177034107077978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/03/balada-ambrolnya-atap-kereta-api.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114170555334322575</id><published>2006-03-07T11:22:00.000+07:00</published><updated>2006-03-07T11:28:43.150+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoTitle" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;HEMAT..HEMAT....BBM &amp; LISTRIK OOOIIII..!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoTitle" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oleh : Wahyu Agung S.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hemat…..hemat, apalah artinya hemat BBM dan Listrik kalau suatu saat nanti pasti sumber energi ini pasti habis terkuras. Dari pada kita disibukkan dengan untaian kata-kata himbauan yang kadang tak terdengar sampai di nurani yang sudah bebal karena &lt;em&gt;ego&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;prestise&lt;/em&gt; yang disampul rapi dengan “kebutuhan”, sudahlah jangan berharap hanya pada kesadaran karena itu butuh keajaiban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Energi di abad digital ini ibarat nyawa bagi umat manusia, tak ada satu piranti di sekeliling kita tak lepas dari energi, baik itu kebutuhan energi pada saat mengoperasikan maupun hanya dalam proses pembuatannya. Coba tengok sekeliling kita, apa benda yang lolos dari jajahan energi baik itu listrik, ataupun mekanik. Maka seruan hemat segarang apapun bahkan bila dipaksapun maka itu ibarat memukul rotan ke punggung sendiri sakit dan melemahkan atau mungkin akhirnya &lt;em&gt;kolaps&lt;/em&gt;. Apa itu tidak bunuh diri ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Betapa tidak enaknya ketika kemerdekaan penggunaan energi begitu di sunat-sunat walaupun itu demi kepentingan bersama, namun pada tingkat pelaksanaan sungguh tidak adil ketika masyarakat kecil yang mengkonsumsi tidak sampai 1 liter bensin setiap harinya karena naik angkutan umum atau bahkan jalan kaki, dan memakai listrik dalam satu harinya karena hanya memanjar 2 bohlam 5 watt untuk 2 ruang kamar tidur dan 2 neon 10 watt untuk ruang tamu dan dapur, itupun tidak selalu semua menyala tiap hari, karena mereka harus menghitung berapa rupiah anggaran listrik tiap bulannya, jangan-jangan kalau gak bisa bayar diputus kabelnya oleh PLN. Sementara golongan borjuis dengan congkaknya memakai lampu mercuri 125 watt atau bahkan 250 watt di depan rumahnya dengan alasan keamanan, belum lagi kompor listrik, kulkas, AC, TV layar lebar, vacum cleaner, pompa air, mesin cuci dan lain sebagainya. Begitu meninggalkan rumah menggunakan mobil pribadi dengan cc yang gedhe yang begitu &lt;i&gt;ngokop&lt;/i&gt; (haus)&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;bahan bakar karena ndak mau susah-susah naik angkutan umum atau malah mungkin karena gengsi dan prestise atau bahkan takut kaki sakit jika berjalan jauh. Jadi siapa yang harus berhemat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sudah saatnya kita tinggalkan episode sendu nan merana karena krisis energi, optimisme harus dibangun dadi puing ketakberdayaan karena tak berpengetahuan. Sumber energi alternatif lah satu-satunya jalan yang harus dan &lt;i&gt;fardu ‘ain&lt;/i&gt; untuk dieksplorasi dan ditemukan agar bisa digunakan dengan mudah, murah dan aman. &lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekedar mengingat masa lampu, sekitar tahun 90-an, Menristek BJ Habibie gencar membangun proyek tenaga surya (PLTS) di desa-desa terpencil, dan sempat berjalan baik selama beberapa tahun&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;sampai akhirnya &lt;i&gt;muksa&lt;/i&gt; tak berbekas karena diterjang listrik yang disuplay dari PLN dengan program Listrik Masuk Desa, salah siapa ? Inilah akibat kebijakan yang kurang dipikirkan masak-masak. Negaralah yang mendidik masyarakat kecanduan Bahan Bakar Minyak, negara pula yang mendidik masyarakat kecanduan listrik dari PLN yang akhirnya PLN sendiri &lt;i&gt;impoten&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;karena menanggung beban yang begitu berat, dan sekarang ketika masyarakat menjadi BBM-&lt;i&gt;holik&lt;/i&gt; dan Listrik-&lt;i&gt;holik&lt;/i&gt; masyarakat sendiri yang disuruh berhemat ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Energi surya merupakan salah satu jawaban dari krisis energi ini, energi yang melimpah ruah dalam kurang lebih 10 jam setiap harinya di negeri katulistiwa ini yang nyaris &lt;span style="color:black;"&gt;terlupakan, tinggal pemerintah berani atau tidak untuk membawa masyarakat ke arah&lt;/span&gt; sana. Coba tengok, &lt;i&gt;Widya Wahana&lt;/i&gt; mobil tenaga surya milik ITS demikian anggun dan antik sekaligus lumayan cepat dengan tenaga surya (matahari), mampu menempuh jarak panjang Jakarta – Surabaya, sudah diujicobakan beberapa tahun lampau, kenapa tinggal kenangan di kliping Koran, sebatas kebanggaan tak berguna ibarat lentera kunang-kunang yang bercahaya namun tak menerangi. Juga Pak Minto&lt;span style="color:red;"&gt; &lt;/span&gt;Guru SD Prambon I Madiun yang dengan ketekunan dan &lt;i&gt;sense of inovation&lt;/i&gt;nya ia ciptakan alat pemasak tenaga surya berbentuk parabola yang murah, serta ramah lingkungan, hanya sebatas dapat penghargaan tanpa tindak lanjut dari pemerintah untuk memasyarakatkan penemuan itu. Ada apa dengan kita ? Begitu banyak orang kreatif dan inovatif di negeri ini teronggok bak museum yang kokoh tegak berdiri tapi tak dihiraukan dalam sunyi, sepi dan ratapan karena penemuan mereka tak digunakan sepenuhnya atau bahkan dibuang di selokan yang kotor dan bau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-: EN-USfont-family:'Times New Roman';font-size:12;"  &gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pemerintah haruslah berfikir jauh kedepan dalam memilih, mengeksplorasi, memanfaatkan energi, sekaligus memasyarakatkannya jangan membatasi diri dengan sumber energi yang itu-itu saja yang pada giliran &lt;i&gt;endingnya&lt;/i&gt; lagi-lagi menyusahkan masyarakat. Penguasa berwenang membuat sejarah baru tentang energi, jangan hiasi Inpres dengan hemat ini dan itu tentang energi walaupun itu tidak jelek. Tapi hiasi Inpres dengan pengharusan berinovasi dan penghargaan pada insan penemu alat bersumber energi altarnatif untuk transportasi, peralatan industri dan rumah tangga atau peralatan lain. Jika perlu coba pemerintah menyontoh metode jaman lampau dengan &lt;i&gt;sayembara &lt;/i&gt;siapa tahu diantara 240 juta rakyat Indonesia ini ada &lt;i&gt;Ki Ageng Sela&lt;/i&gt; abad milenium yang bisa menangkap petir dan memanfaatkannya sebagai sumber energi alternatif. Siapa tahu ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114170555334322575?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114170555334322575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114170555334322575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114170555334322575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114170555334322575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/03/hemat.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-114142095784683082</id><published>2006-03-04T04:18:00.000+07:00</published><updated>2006-03-04T04:22:38.353+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;FENOMENA UNIK WARJEM (WARUNG JEMBATAN)&lt;br /&gt;( Malang, 1995 – 1998 )&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Bagi mereka yang pernah tinggal disekitar Landungsari atau Tegalgondo Malang atau tepatnya sekitar Kampus III UMM, sekitar tahun 1995 – 1998 mestinya pernah melewati atau paling tidak pernah mendengar Jembatan Gantung yang memotong Sungai Brantas yang menghubungkan Tegalgondo dengan Landungsari. Jembatan Gantung dari kawat baja dan potongan kayu yang senantiasa bergoyang dan kadang membuat orang yang tidak terbiasa lewat di atasnya pusing atau bahkan mual.  Diujung sebelah Selatan jembatan gantung itulah sebuah fenomena yang saya tulis ini berawal. Sebuah warung kecil tak bernama dengan bangunan setengah permanen di bawah rimbunan pepohonan bambu yang senantiasa menimbulkan bunyi gemrisik ketika tiupan angin mendera dipadu dengan gemericik air sungai Brantas yang mengalir di sela-sela batu-batu cadas hitam legam yang berserakan. Karena letaknya berdekatan dengan ujung Selatan Jembatan Gantung inilah mereka yang merupakan “penggemarnya” menamakan warung kecil nan sederhana ini Warjem (Warung Jembatan).&lt;br /&gt;Warjem, warung kecil yang menyendiri jauh dari perumahan penduduk, bertetangga dengan sawah ladang serta sungai Brantas dan hanya dilewati jalan setapak yang becek jikalau hari hujan itu ternyata menyimpan potensi yang luar biasa sebagai tambang uang bagi pemiliknya.&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;Kampus UMM dibangun dilahan berbukit-bukit serta berjurang-jurang, dibelah sungai Brantas dan dikeliling pagar tembok setinggi ± 2 meter dengan kawat berduri di atasnya mempersulit Mahasiwa berkantong kempis untuk mencari makan. Kantin Kampus yang sedianya diperuntukkan untuk mahasiswa ternyata tidak terjangkau oleh kantong-kantong kempis mahasiswa. Sedangkan jarak gedung perkuliahan dengan jalan raya Malang – Batu Malang tempat bertumpuknya berbagai macam menu makanan lumayan jauh karena semua gedung perkuliahan bertumpuk di titik terjauh dari jalan raya tersebut, sementara wilayah belakang kampus yang relatif lebih dekat untuk keluar dari kampus waktu itu masih berupa persawahan yang hanya ada satu dua rumah kost dan warung tradisional yang kurang terjaga kebersihannya. Alhasil Warjemlah pilihan pertama sekaligus terakhir karena kemudahan jangkauan walau harus berjalan kira-kira 200 meter dari gedung perkuliahan Kampus Terpadu UMM melewati pintu keluar masuk kampus sebelah Timur yang terhubung dengan jalan setapak melewati Jembatan Gantung yang menghubungkan Tegalgondo dengan Landungsari.&lt;br /&gt;Setiap pagi sampai siang, ketika kampus UMM sedang menggeliat aktivitas perkuliahannya, ratusan orang secara bergelombang, berjejal-jejal antri hanya untuk sekedar mengisi perut dengan nasi pecel dengan lauk tempe, tahu, atau rempeyek udang, bisa juga soto ayam dengan minum es teh atau jeruk. Sebuah menu sederhana, sesederhana warungnya. Tak jarang karena saking penuhnya di dalam Warjem, halaman belakang warung itu yang dipagari ranting-ranting bambu kering dan tumbuhan merambat yang memang dibiarkan penuh rerumputan dan semak-semak menjadi alternatif untuk duduk-duduk sambil menikmati sarapan sekaligus makan siang.  Batu-batu besar hitam legam yang diangkat dari sungai Brantas bertumpuk tak beraturan di belakang Warjem sebagai kursi sekaligus meja makan kami. Sungguh kenangan tak terlupakan.&lt;br /&gt;Sebagaimana dunia yang senantiasa berubah, wajah Warjem ternyata juga berubah. Entah karena keinginan untuk tampil lebih elit atau atas pertimbangan apa, perwujudan Warjem menjelma didepan kampus UMM dengan tampilan yang lebih elit karena terletak di pinggiran Jalan Raya Malang- Batu Malang. Dengan menu yang sama, penjual yang sama bahkan kalau tidak salah harga yang sama (penulis agak lupa karena cuma 1 x mampir di Warjem versi baru ini). Ternyata metamorfosa ini tidak bisa mengulangi kesuksesan Warjem edisi lama, sepi-sepi saja laiknya warung-warung yang lain. Metamorfosa yang dijalani Warjem ini ternyata gagal total. Sementara warung aslinya diujung Selatan Jembatan Gantung dibiarkan dihuni laba-laba dan tak terawat.&lt;br /&gt;Sahabat, fenomena Warjem yang telah terjadi bertahun lalu membuat saya merenung saat ini. Benarlah kata orang jikalau prinsip-prinsip usaha berupa : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;harga murah, posisi strategis, keunikan penyajian / tempat, kepuasan pelanggan, pangsa pasar yang jelas dan pesaing yang sedikit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tergabung menjadi satu pada sebuah usaha, maka kesuksesan sudah pasti ditangan, tinggallah menunggu rupiah demi rupiah mengalir ke kocek. Di sisi lain metamorfosa pada sebuah usaha adalah penting bahkan wajib, namun jangan sampai meninggalkan “akar” dari usaha itu dimana mulai tumbuh, bersemi dan berbuah jikalau masih dalam satu bidang usaha. Karena bisa jadi “akar” usaha inilah yang menjadikan orang menjadi konsumen sebuah usaha dan bukan “pohon”, “daun” atau bahkan “buahnya” yang kelihatan lebih gemerlap dan menjanjikan.&lt;br /&gt;Saat ini, ketika begitu banyak warung-warung bertebaran bak jamur di musim penghujan disekitar Kampus UMM. Fenomena Warjem tetaplah menjadi legenda bagi penulis dan mungkin mustahil akan terulang oleh warung makan lain karena sulitnya menyatukan semua prinsip-prinsip penting yang saya sebutkan di atas dalam satu buah usaha, saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dedicated for : Wirausahawan Sejati&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-114142095784683082?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/114142095784683082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=114142095784683082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114142095784683082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/114142095784683082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/03/fenomena-unik-warjem-warung-jembatan.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113924420743834513</id><published>2006-02-06T23:40:00.000+07:00</published><updated>2006-02-06T23:43:27.893+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;BAKUL SEGA THIWUL  VS  MITSUBISHI CORP.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dening : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meh saben dina ibu mundhutake aku sega thiwul prasaja sing lawuhe mung tempe goreng sok tahu goreng, nanging sing paling ngangeni yakuwi sambel bawange. Pirang-pirang wulan iki saben tindak pasar ibu mesthi mundhutake aku sega thiwul sambel bawang. Nanging keri-keri iki rasane sega thiwul sing biasane dadi favorit mau ora pati enak maneh, embuh saka sambel bawange apa sega thuwule. Lan saiki, nalika ibu wis ora mesthi mundhutake aku sega thiwul kuwi maneh, nalika mbiyen thiwul dadi menu favorit nalika mulih saka kerja ing wayah awan, saiki cukup masakane ibu wae amarga sega thiwule saya ora enak kaya mbiyen maneh.&lt;br /&gt;Eman, sawijining usaha sing dirintis kanthi setiti premati ngangkat thiwul sing sak lawase iki terpinggirkan lan dadi karemane wong akeh, ngapa bareng masakan khas mau dadi lan ramene malah digembos dhewe dening bakule kanthi ngurangi mutune produk kanggo nggayuh untung, nanging kosok wangsule dudu untung malah buntung. Pancen bener arane para sidik sing ngendikan “Mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih”.&lt;br /&gt;Kasus kuwi ora mung pengusaha cilik sing ngusahakake, nanging akeh perusahaan gedhe sing uga rugi gedhen amarga praktek kaya ngono mau. Durung suwe iki panjenengan sing karem maos Koran apa nonton TV mesthine priksa menawa Mitsubishi Corporation, pabrik mobil sing gedhe lan duwe cabang saidening donya nutup pabrike ing Indonesia lan negara liyane.  Mergane ora kok mung kalah saingan karo pabrik liyane kaya TOYOTA, HONDA, ISUZU, SUZUKI lan sapiturute, nanging uga saka “nakale” Mitsubishi sing nutupi cacate produksi mobile marang konsumen lan tetep ngedol arepa ngerti kuwi mbebayani tumrap konsumene. Bener apa sing diarani unen-unen kae apa sing ditandur ya kuwi sing dipanen, akhire Mitsubishi manen rugi amarga mobil produksine akeh sing ora payu bareng cacat mobil produksine kuwi dingerteni dening calon konsumene.&lt;br /&gt;Ana unen-unen maneh sekali lancung ke ujian, sing tegese sepisan gawe kuciwane wong liya, selawase ora bakal wong mau menehi kapercayan marang sing gawe kuciwa mau. Mbok menawa kuwi unen-unen sing saiki sumber ruwete Mistubishi lan uga bakul thiwul, arepa Misthubishi wis gawe mobil tipe anyar maneh, utawa mbok bakul thiwul gawe sega thiwul sing kaya biyen enake maneh, sing bakal tuku mesthi isih mikir “Mengko gek kaya ndisik maneh, aku tuku barang cacat/ ora enak.”. Pikiran konsumen sing kaya mangko mau wis ngurangi separoh niate konsumen sing arep tuku, lan konsumen akeh-akehe ngenggokake sikil menyang bakul utawa produsen liya sing luwih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;Saka crita loro sing kaya bumi lan langit back ground-e kuwi sing siji bakul sega thiwul sing omset-e sedina mung 15-ewu nganti 20-ewu kotor, nganti perusahaan raksasa sing omzete bisa triyunan rupiah saben dinane, ana siji sing padha kudu dicekel kenceng yaiku kepercayaan.&lt;br /&gt;Konsumen lan produsen kuwi mung disambungake nganggo benang sing tipis yakuwi kepercayaan, menawa kepercayaan sing diugemi dening konsumen marang produsen kuwi wis pedhot amarga produsen wis kumawani gawe konsumen kuciwa, embuh kuwi cacat-e barang, apa rega sing ora trep karo kwalitas, kari ngenteni dina etungan mundur nuju kehancuran.&lt;br /&gt;Ora mung ana ing dagang, nanging ana ing profesi apa wae kepercayaan kuwi nomer siji kalebu urip ing masyarakat. Sing dadi pitakonan, apa awake dhewe embuh kuwi mung dadi murid, guru, anak, ibu rumah tangga, bapak rumah tangga, pegawe negri, lurah, camat, bupati/ walikota, gubernur, mentri, presiden lan liya-liyane profesi wis sanggup nggegem kepercayaan sing diamanahake dening liyan marang kita? Muga-muga bisa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113924420743834513?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113924420743834513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113924420743834513' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113924420743834513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113924420743834513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/02/bakul-sega-thiwul-vs-mitsubishi-corp.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113895516981916761</id><published>2006-02-03T15:22:00.000+07:00</published><updated>2006-02-03T15:26:10.193+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/nabi.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/320/nabi.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113895516981916761?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113895516981916761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113895516981916761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113895516981916761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113895516981916761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/02/blog-post.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113833371633310594</id><published>2006-01-27T10:43:00.000+07:00</published><updated>2006-01-28T06:48:34.683+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>I. &lt;strong&gt;FORMASI KEBUTUHAN DAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN YG DIBUTUHKAN (Pelamar Umum) UNTUK KABUPATEN PACITAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;untuk diketahui pelamar dibagi menjadi 2 yaitu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(pelamar umum) bukan dari honorer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan pelamar dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tenaga Honorer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;TENAGA GURU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tenaga Guru SD&lt;br /&gt;SLTA&lt;br /&gt;Guru SD SPG / KPG (SD) 5 orang&lt;br /&gt;D-II / A II&lt;br /&gt;Guru SD PGSD /. MI 44 orang&lt;br /&gt;Guru SD Pendidikan Agama Islam 2 orang&lt;br /&gt;Guru SD Pendidikan Jasmani dan Kesehan 2 orang&lt;br /&gt;- Pendidikan Jasmani&lt;br /&gt;- Pendidikan Olah Raga&lt;br /&gt;- Pendidikan Olah Raga dan kesh.&lt;br /&gt;- Pendidikan Kepelatihan&lt;br /&gt;- Pendidikan Rekreasi&lt;br /&gt;- Pendidkan Kesehatan dan Rekreasi&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;TENAGA GURU SMP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DIII / A III Guru SMP Bahasa Asing (Bhs. Inggris) 2 orang&lt;br /&gt;Guru SMP Bimbingan dan Penyuluhan / BK 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;TENAGA GURU SMP/SMA/SMK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S1 / A IV&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Guru SMP/SMA/SMK&lt;br /&gt;PPKN 1 orang&lt;br /&gt;Pendidikan Agama Islam 2 orang&lt;br /&gt;Bahasa dan sastra 1 orang&lt;br /&gt;Geografi 1 orang&lt;br /&gt;Matematika 5 orang&lt;br /&gt;Fisika 2 orang&lt;br /&gt;Biologi 1 orang&lt;br /&gt;Kimia 1 orang&lt;br /&gt;Penjaskes : 1 orang&lt;br /&gt;- Pendidikan Olah Raga&lt;br /&gt;- Pendidikan Olah Raga dan kesh.&lt;br /&gt;- Pendidikan Kepelatihan&lt;br /&gt;- Pendidikan Rekreasi&lt;br /&gt;- Pendidkan Kesehatan dan Rekreasi&lt;br /&gt;Bahasa Asing (Inggris) 3 orang&lt;br /&gt;Bahasa Daerah 1 orang&lt;br /&gt;Ekonomi Akuntansi 1 orang&lt;br /&gt;- Pendidikan Ekonomi&lt;br /&gt;- Pendidikan ekonomi Koperasi&lt;br /&gt;- Pendidikan Koperasi&lt;br /&gt;- Pendidikan Akuntansi&lt;br /&gt;- Pendidikan Dunia Usaha&lt;br /&gt;- Pendidikan Bisnis&lt;br /&gt;- Pendidkan Tata Niaga&lt;br /&gt;- Kewirausahaan&lt;br /&gt;- Managemen Akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertakes 3 orang&lt;br /&gt;- Ketrampilan dan kerajinan&lt;br /&gt;- Seni Rupa dan Kerajinan&lt;br /&gt;- Seni Musik&lt;br /&gt;- Seni tari&lt;br /&gt;- Seni Rupa&lt;br /&gt;Komputer 4 orang&lt;br /&gt;- Teknik Informatika / komputer&lt;br /&gt;- Sistem Komputer&lt;br /&gt;Kepariwisataan 1 orang&lt;br /&gt;Tata Busana 1 orang&lt;br /&gt;Teknik Audio Video 1 orang&lt;br /&gt;- Teknik Elektronika&lt;br /&gt;- Teknik Elektro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.TENAGA KESEHATAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SAA / SMF (Sekolah Menengah Farmasi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asisten Apoteker 2 orang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D-3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bidan (Akademi Kebidanan) 4 orang&lt;br /&gt;Perawat (Akademi Keperawatan) 2 orang&lt;br /&gt;Sanitarian (Akademi Kes. Lingkungan) 1 orang&lt;br /&gt;Nutrisionis (Akademi Analisis Kes./ Farmakmin) 1 orang&lt;br /&gt;Elektro Medik (APRO) 2 orang&lt;br /&gt;Anestesi (Anestesi) 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S.1.&lt;br /&gt;Dokter (Kedokteran Umum) 3 orang&lt;br /&gt;Dokter Gigi (Kedokteran Gigi) 2 orang&lt;br /&gt;Apoteker (Apoteker) 1 orang&lt;br /&gt;Sanitarian (Kes. Masy. Adm. Umum Kebij. Kesh). 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. TENAGA TEKNIS LAIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. III&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyuluh Pertanian (Agrobisnis) 1 orang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S- 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Auditor (Akuntansi) 2 orang&lt;br /&gt;Auditor (Teknik Sipil) 2 orang&lt;br /&gt;Auditor (Teknik Pengairan) 1 orang&lt;br /&gt;Auditor (Hukum) 1 orang&lt;br /&gt;Medik Veteriner (Dokter Hewan) 2 orang&lt;br /&gt;Pengawas Benih Ikan (Perikanan / Budidaya Perikanan) 2 orang&lt;br /&gt;Penyuluh Kehutanan (Manajemen Sumberdaya HUTan) 2 orang&lt;br /&gt;Tehnisi Kehutanan (Konservasi Hutan) 3 orang&lt;br /&gt;Penyuluh Perindustrian (Teknik Industri) 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan lamaran mulai tgl. 28 Januari 2006 s/d 11 Pebruari 2006 (hari dan jam kerja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamaraan disusn :&lt;br /&gt;1. Pas Foto H P 3x4 cm = 4 lembar&lt;br /&gt;2. Surat Lamaran&lt;br /&gt;3. FC ijazah dilegalisir&lt;br /&gt;4. yang berusia 35 – 40 th melampiri surat Keputusan / bukti pengangkatan pertama dan terakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113833371633310594?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113833371633310594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113833371633310594' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113833371633310594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113833371633310594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/i.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113783598236432024</id><published>2006-01-21T16:32:00.000+07:00</published><updated>2006-01-21T16:33:06.043+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;NAMBAH SUNARE ILMU KANTHI WIRASWASTA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dening : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanca tongkrongane penulis undang-undangane Pak M, sawijining Pegawe Negri ing lingkungan sawijining Departemen lan saiki lagi nedheng-nedhenge gawe tesis kanggo nggayuh S-2 ana sawijining Perguruan Tinggi ana kota pelajar Jogya.&lt;br /&gt;            Jan-jane sadurunge piyambake karo aku ora akrab nemen, atages omong-omongan mung kanggo tamba sepi lan pisan pindho gojlogan khas cah enom sing durung rabi ngono kae. Ora ana udan lan ora ana angin sawijing dina tanpa dak nyana piyambake dolan menyang warunge penulis ing wayah wengi, kamangka biasane piyambake mau dolane mung saben dina Senin awan utawa Kemis awan sinambi nunut maca koran, alasane nunggu buka pasa. Pancen piyambake sregep pasa sunah Senin lan Kemis.&lt;br /&gt;            Wengi kuwi, Pak M crita marang aku menawa mentas wae rabi, mesthi wae aku kaget lan semu ora percaya amarga selawase dheweke kenal aku ora tau dheweke ngomong-omong masalah serius, apa maneh rabi. Nanging dudu masalah rabi sing ndadekake aku kaget sing arep dak wedhar ana tulisanku iki, nanging perubahan cara pandang lan pikir piyambake.&lt;br /&gt;            “Wah, kanyatan bisnis kuwi enak ya Pak.” Ngono piyambake miwiti rembung kurang luwihe.&lt;br /&gt;            “Ya penak sampeyan ta pak, saben sasi wis genah oleh-olehane, kerja ora kerja dibayar angger ora nemen-nemen olehe ngglalo ora bakal dipecat.” Aku ngounter ngendikane.&lt;br /&gt;            “Ora sombong ya Pak, bojoku ki dening ibune dimodhali toko bahan bangunan, lemahe Pak Masyaallah jembare eram, omah wis permanen maneh.” Piyambake ngendikan sajak semangat.&lt;br /&gt;            “Wah panjenengan saiki dadi OKB ya Pak Orang Kaya Baru.” Aku nggojloki, Pak M mung mesem.&lt;br /&gt;            “Coba bayangna Pak, menawa tokone rame gajiku sesasi padha karo oleh-olehane bojoku telung dina.” Piyambake ngendikan maneh.&lt;br /&gt;            “Iya Pak, kuwi menawa untung. Lha nek buntung?” aku nyoba ngounter amarga aku dhewe ya sawijing bakul arepa cilik-cilikan dadi ya ngerti thok kliwere.&lt;br /&gt;            “Ya aja mikir rugine Pak, menawa mikire ngono panjenengan ora bakal maju”. Pak  genti ngounter ukaraku aku.&lt;br /&gt;            “Ya Pak, kuwi bener. Nanging menawa olehe gedhe biasane ya modhale gedhe.”&lt;br /&gt;            “Bayangna Pak, Ibune bojoku (maratuwa) mung lulusan SD nanging saiki suksese ngluwihi aku sing saiki meh S-2. Dhisikane dodolan barang kelontong cilik-cilikan, terus mrembet ana bangunan saiki wis gawe cabang ana ngendi-endi. Salah sijine ya sing diwenehake marang bojoku kuwi mau. Dadi ora mesthi bisnis kuwi wiwitane modhal gedhe nanging modhal ulet jujur lan kreatif” Piyambake crita luwih adoh suksese Ibune maratuwa.&lt;br /&gt;            “Yen ngerti mangkene gampang lan sederhanane bisnis ngapa aku ora bisnis wae ya Pak, Pengin aku gek pensiun lan melu ambyur ngrewangi bojoku nggedhekake toko.” Pak M ngendikan maneh. Lan  kuwi muskil kedaden ing wektu kang cepet yen ora ngajokake pensiun dini amarga Pak M kuwi yuswane ora doh saka aku kira-kira telung puluh punjul sithik.&lt;br /&gt;            Aku kaget krungu statemen Pak M sing ngono kuwi mau. Aku kaya dipeksa ngilo marang githokku dhewe lumantar Pak M mau. Pancen selawase ini aku wis dadi wiraswasta gawe warung ana pinggir dalan lan aku nyoba terus nyenengi profesiku sing setengah kepeksa kuwi, ora dak selaki isih ana sethithik pangarep-arep sawijing wektu ana kesempatan dadi Pegawe Negri. Nanging menawa kelingan ngendikane Pak M aku dadi mikir luwih dawa bab pepenginan dadi Pegawe Negri.&lt;br /&gt;            Pancen ana unen-unen “Rumput di halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri” nanging 100 % kuwi ora bisa ditrepake marang kasus-e Pak M, amarga dheweke wis ngrasakake Rumput di halaman Sendiri kanthi dadi Pegawe Negri lan uga wis ngincipi Rumput di halaman tetangga lumantar profesine Garwane dhewe. Lan piyambake duwe kesimpulan sing kaya dak aturake ana dhuwur.&lt;br /&gt;            Ora mung tekan ijol rembugan ing wengi kuwi, penulis nyoba mempelajari metamorfosa-ne Pak M. Menawa disimak (muga-muga ora kleru), piyambake wis banget olehe nresnani profesine sadurunge yakuwi dadi Pegawe Negri, kuwi bisa ditonton saka olehe dheweke isih pengin nambah ngelmune ana babagan manajemen kanthi kuliah maneh ana S-2.  Dadi piyambake dak tonton uga piyantun sing ora seperti air di daun talas nanging pancen piyantun sing professional ana bidang sing digeluti. Profesionalisme kuwi kabukten Pak M pernah crita marang aku sadurunge rabi, “Pak, yen tak etung-etung dhuwit sing dak gawe sekolah S-2 yen dak tukokake mobil wis oleh sing lumayan.”  Ateges piyambake luwih mentingake ilmu-ne tinimbang harta-ne. Nanging ilmu sing piyambake angsu saka Pawiyatan Luhur kuwi kanyatan adoh saka sing diarepake yakuwi ilmu sing ana mupangate, selawase iki ilmune mung mandheg ana teori-teori sing ana teks books lan digunakake menawa nulis ana kertas lembar ujian lan desertasi (ujian tesis).&lt;br /&gt;Luwih adoh menawa dianalisis, iki pancen kanyatan sing akeh kedaden ana ing lembaga-lembaga ing Nuswantara iki. Ukara The right man on the wrong place  kaya wis dadi adagium sing angel banget diilangi amarga pancen akeh banget SDM sing ora bersinar (amarga posisi sing dicekel ora trep karo kemampuane / latar belakang pendidikane) merga kekungkung dening birokrasi, ewuh pakewuh, sungkan lan sing paling nggilani sunar mau dipateni dening NEPOTISME amarga The right man mau biasane ora sudi menawa ngathok (Asal Bapak Senang) marang pimpinan merga duwe Harga Diri, Nurani sing resik lan Idealisme. Ndadekake The Wright man mau ora tau oleh lungguhan sing menentukan gawe kebijakan ing lembagane sing biasane dikuasai kronine pimpinan.&lt;br /&gt;            Ing akhir tulisan iki penulis kelingan sawijining ukara sing penulis rasakake trep karo kahanan  ing dhuwur “Ilmu yang tidak dipraktekkan itu seperti lentera kunang-kunang,  kelihatan bercahaya namun tidak menerangi.” Akeh dalan kanggo nambahi “Watt-e “ lentera kunang-kunang mau murih luwih saya padhang, salah sijine kanthi dadi WIRASWASTA lan mbok menawa kanthi tambahan “daya” mau muga-muga kiwa tengene sing isih surem amarga isih dadi Panji Klanthung bisa kena imbas sunare kanthi didadekake KARYAWAN. Muga-muga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suwun Pak M kanggo Sakabehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113783598236432024?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113783598236432024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113783598236432024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113783598236432024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113783598236432024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/nambah-sunare-ilmu-kanthi-wiraswasta.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113758025451200409</id><published>2006-01-18T17:30:00.000+07:00</published><updated>2006-01-18T17:30:54.606+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ENCOK &amp;amp; HARGA DIRI&lt;br /&gt;Dening : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba panjenengan gatekake benalu (encok) sing tuwuh ana sawijining wit ngana kae, wiwit cilik wis nemplok ana pang, gedhene ya ana kono wae ora gelem ngalih, oyote nunjem marang pang sing ditempleki lan ngrampog panganan sing dijupuk kanthi kanthi susah payah saka lemah dening wit inang (sing dinunuti). Selawase urip si Encok tansah gumantung marang wit inang. Ora ana crita ana encok sing urip ana lemah golek panganan saka lemah lan urip mandhiri kaya wit-witan liyane.&lt;br /&gt;Ing sakiwa tengene awake dhewe utawa malah awake dhewe kadhang sok ora krasa menawa wis dadi benalu tumprap wong liya, budhal menyang kantor bingung golek nunutan supaya ora kelangan ongkos, arep ngrokok noleh ngiwa nengen mbok menawa ana kanca sing kenal sing bisa dijaluki rokok, ora mung rokok-e thok sing gratis korek ya isih nyilih, arepa kanyatan ing sak clanane ana rokok lan korek isih wutuh. Arep budhal lelungan sengaja mbarengi kanca sing kebeneran arep lunga kareben dibayari numpak bis utawa sing kebeneran ana kanca sing duwe mobil dhewe dadi bisa nunut gratis, sok kadhang nyilih sandhangane kanca mung amarga pengin tampil beda arepa ing ngomah ana klambi sak lemari kebak sing uga pantes digawe.&lt;br /&gt;Ana uga bocah lulus sekolah / kuliah nongkrong ana lincak pinggir dalan, alasane golek garapan angel nanging isih klepas-klepus ngrokok olehe ngrokok ya trima ngathong marang Bapak lan Ibune, dledar-dleder ngalor-ngidul sepedhah montoran anyar cicilan sing nyicil lan sing nukokake bensin ya Bapak lan Ibune, menawa panjalukane ora dituruti piring lan gelas sak omah pecah kabeh.&lt;br /&gt;Kanthi tulisan iki penulis ora ngajak say no (ngomong ora) menawa dibantu wong liya, apa maneh menawa bantuan kuwi wajib kayata bantuan zakat, bantuan wong tuwa marang anak (sing durung bisa golek upa dhewe), wong duwe (sugih) marang wong ora duwe (mlarat), nanging luwih marang niatan mbatesi dhiri marang bantuan, supaya awake dhewe ora keladuk nyandu (nggathok/ketagihan) ngathong marang wong liya tanpa ana usaha males budi marang pawongan sing mbiyantu awake dhewe, yen perlu malah genti menehi bantuan balas jasa marang wong sing menehi bantuan.&lt;br /&gt;Rasulullah ngendikan :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang yang berangkat ke gunung, membawa talinya lalu memikul seikat kayu bakar di atas punggungnya, lalu dijualnya, yang dengannya Allah menjaga wajahnya, adalah jauh lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain, yang bisa diberi dan bisa ditolak”(HR. Bukhari dari Zubair). Menawa nyimak hadits ing dhuwur, agama nganjurake njaga wajah “harga diri” amarga harga diri kuwi banget wigati kanggone umat.&lt;br /&gt;Yen ditarik benang merah harga diri kuwi identik karo jiwa mandiri. Menawa rasa kanggo njaga harga diri ora ana, anane mung rumangsa gumantung marang liyan (jiwa ora mandiri). Rasa gumantung marang liyan kuwi mbebayani, iya yen sing digantungi kuwi apik utawa ikhlas, lha yen ana udang di balik batu awake dhewe mesthi ewuh pakewuh arep nulak menawa disambati, kamangka sambate mau asline ora mung abot dilaksanakake sok malah nyimpang saka dalan sing lurus (tumindak nistha) lan dadi beban sak lawase uripe awake dhewe utawa nulung ning menthung ngana kae.&lt;br /&gt;Sing uga mbebayani menawa panggonan sing didadekake gantungan wis ora ana, apa kuwi ninggal, gerah, lunga lan sak piturute. Si Benalu dadi bingung arep gumantung marang sapa, akhire amarga stress utawa depresi bisa dadi lost of control (ilang kendhali) mlayu marang narkoba, obat terlarang, salah pergaulan, bisa uga laku syirik kanthi bantuan dukun, sihir, jimat, aji-aji lan liya-liyane kanggo ngangkat percaya dirine ngadhepi urip sing dirasa saya dina mudhak saya abot amarga tanpa ana sing bisa didadekake gantungan.&lt;br /&gt;Akibat-akibat sing mbebayani kuwi mbok menawa sing marakake Rasulullah wanti-wanti kaya hadits sing disebutake penulis ing dhuwur watara 14 abad kepungkur. Qur’an uga ngajarake Iyya kana’ budu waiyya kanas ta’in “Hanya Engkaulah (Allah) yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah (Allah) kami meminta pertolongan” (QS. Al Fathihah : 5). Amarga hamung Allah panggonan gumantung sing kekal, sing Maha Menehi Pitulungan. Ora bakal njaluk balas jasa lan ora bakal ninggalake awake dhewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punung, November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113758025451200409?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113758025451200409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113758025451200409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113758025451200409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113758025451200409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/encok-harga-diri-dening-wahyu-agung-s.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113757987295263564</id><published>2006-01-18T17:23:00.000+07:00</published><updated>2006-01-18T17:24:33.166+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MULAI  DARI  MEMBACA  SAMPAI  KUTU BUKU&lt;br /&gt;Oleh : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Suatu siang yang ditandai Listrik Padam. Kejadian ini terjadi menjelang Bulan Ramadhan 1426 kemarin. Karena pekerjaan penulis di kios yang berhubungan dengan listrik tidak bisa dilakukan, untuk mengisi waktu penulis membaca buku dari Aa Gym, Refleksi Manajemen Qolbu yang baru beberapa hari sebelumnya terbeli.&lt;br /&gt;            Duduk sambil menghadap jalan raya, penulis membuka satu demi satu lembar buku tersebut. “Mas besok apa mau ujian?” sebuah pertanyaan mengejutkan saya.&lt;br /&gt;“Iya besok mau ulangan, jadi sekarang belajar biar besok dapat nilai bagus.” Saya menjawab dengan seenaknya untuk menanggapi pertanyaan seorang teman yang kebetulan baru datang ke kios penulis untuk nongkrong.&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua mengenai kebiasaan penulis membaca yang bagi sebagian orang  “nganeh-anehi” dalam sehari itu terulang lagi oleh seorang ibu-ibu tetangga yang kebetulan lewat di depan kios penulis.&lt;br /&gt;“Apa mau meneruskan sekolah lagi mas, kok rajin sekali membaca buku.” Begitulah kira-kira pertanyaan yang juga sedikit menohok saya, entah itu pertanyaan yang menyindir atau hanya sekedarnya untuk menyapa, penulis tidak tahu pasti.&lt;br /&gt;            Jauh dari dasar hati penulis meratap, beginilah di sekeliling membaca sebagai barang langka, seolah selesai (lulus) sekolah haram hukumnya membaca buku, yang halal hanya membaca Koran atau paling banter majalah ?&lt;br /&gt;             Beberapa waktu yang lalu penulis menemukan pepatah Inggris mengatakan “Three days without reading, talking becomeflavorless ”.  Jika penulis berpatokan dari pepatah di atas dan menoleh disekeliling memang dengan jelas dan nampak omongan kanan kiri kita bahkan penulis sendiri terjebak di dalam flavorless (hambar) atau sekedar omong tanpa guna dan faedah, kadang malah tidak benar dan tidak jauh dari ghibah (ngrasani : Jawa). Inilah sekali lagi akibat dari budaya yang sudah mendarah daging  di hampir setiap individu. Yang lebih memprihatinkan lagi membaca dianggap sebagai kebiasaan buruk karena hanya menghabiskan waktu. Kurangnya ilmu karena ketidaksukaan membaca inilah, maka  yang kita bicarakan tiap hari tak lebih dari sekedar mengomentari hal-hal di kanan dan kiri kita atau paling banter kata orang disana ada…. disini ada…. bukan mengapa ada …. mengapa terjadi ……….. bagaimana bisa …….. dan sebagainya.&lt;br /&gt;Jelas, jika kita bercerita atau ngobrol terdapat kata mengapa dan bagaimana maka sedikit dari pembicaran itu pasti ada suatu semangat memberi solusi dan bukan sekedar omong-omong tanpa guna dan faedah bahkan ghibah. Disinilah mungkin makna dari pepatah Inggris yang penulis petik di atas.&lt;br /&gt;Seorang Da’i kondang yang bukunya penulis sebutkan di awal essay ini pernah mengatakan walaupun tidak secara persis sama dengan yang tulis di sini “Dunia terus berubah, orang yang tak mau berubah akan tergilas perubahan, agar tidak tergilas perubahan orang harus kreatif, salah satu ciri orang kreatif itu suka ilmu, orang yang suka ilmu salah satunya suka membaca.”&lt;br /&gt;Demikian, kalimat tersebut yang selalu berusaha penulis buncahkan di dalam pikir dan hati penulis jika pada suatu saat ada kesempatan terbuka lebar tetapi kehendak untuk membaca tidak ada.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sampai detik ini kehausan akan ilmu dan ketakutan kemungkinan tergilas perubahan itulah yang masih setia memotivasi penulis untuk terus membaca dan membaca selama beberapa tahun terakhir ini. Sesuatu yang mengejutkan penulis terjadi, lambat tetapi pasti ternyata virus membaca ini menular, ini terbukti teman penulis samping kios yang sering memergoki penulis membolak-balik halaman demi halaman buku diwaktu listrik padam di siang hari sekarang sudah mulai “belajar” lagi membaca setelah  beberapa tahun tidak pernah menyentuh buku sama sekali kecuali koran atau majalah,  sekali lagi Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan semakin banyaknya orang yang se-hoby dengan saya maka orang menjadi terbiasa melihat orang dengan buku. Dan tidak ada lagi ungkapan-ungkapan “aneh” dari orang jika ada orang lain yang membaca buku seperti apa yang saya alami dan tulis di awal essay ini. Apalagi memvonis membaca adalah kebiasan orang malas bekerja dan membuang-buang waktu percuma. Mudah-mudahan.&lt;br /&gt;************************&lt;br /&gt;Ada satu hal yang mengganjal penulis mengenai sebutan untuk orang yang hobby membaca “Kutu Buku” apa tidak sebaiknya diganti dengan istilah yang lebih tidak mengintimidasi. Karena jika dimaknai secara harfiah “kutu buku” adalah binatang yang suka melalap buku (merusak buku) sehingga buku menjadi mripil (isilah jawa) atau rusak. Apakah ini cocok dengan orang-orang yang hobinya membaca buku ? Penulis kira kok tidak, bahkan jaauuuuuuh bertolak belakang. Apakah tidak sebaiknya diganti istilah “Pecinta Buku” atau kalau tidak “Books_lover” sehingga lebih bermakna positif dan jauh dari kesan menjijikkan atau mengerikan bahkan merusak selera pecinta buku membaca buku ?? J&lt;br /&gt;Ayo siapa yang setuju dengan istilah ini ??Punung, 11 Januari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113757987295263564?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113757987295263564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113757987295263564' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113757987295263564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113757987295263564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/mulai-dari-membaca-sampai-kutu-buku.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113714434586598303</id><published>2006-01-13T16:21:00.000+07:00</published><updated>2006-01-13T16:25:50.880+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MENJUAL DENGAN NILAI ISLAMI&lt;br /&gt;Oleh : Wahyu Agung S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Suatu kesempatan penulis berjalan-jalan, namanya orang desa berjalan-jalan di kota ternyata menyenangkan walau sebetulnya bukan jalan-jalan itulah yang kami niatkan, namun untuk menengok teman yang sakit. Kebetulan, seorang teman mengajak kami membeli karpet ke sebuah toko sepulang menjenguk teman yang sakit tersebut.&lt;br /&gt;            Waktu menunjuk tengah hari sesampai kami sampai di depan toko karpet itu, namun ternyata rejeki belum berpihak kepada kami dan pemilik toko karpet tersebut. Toko yang kami tuju tertutup rapat dengan tulisan kecil “TUTUP SEBENTAR UNTUK SHOLAT”  demikian papan kecil itu digantung di kunci pintu.&lt;br /&gt;Kata seorang tukang parkir yang kami tanya.”Kurang lebih setengah jam lagi mas buka, kalau panjenengan ingin menunggu pemiliknya sedang sholat dhuhur”. Karena waktu sudah menunjuk siang, terpaksa kami urungkan niatan menunggunya dan kamipun pulang karena takut kesorean di jalan. Saat mobil kami mulai berjalan, lagi-lagi penulis menemukan sebuah kalimat yang bagi penulis aneh dan tidak penulis perhatikan sebelumnya yang ditulis dengan cukup besar terpampang di atas rollingdoor toko tersebut : “2,5 % DARI LABA AKAN KAMI ZAKATKAN, ….. UNTUK SEDEKAH”, untuk persenan sedekah penulis lupa.&lt;br /&gt;            Penulis waktu itu sedikit tertegun, berfikir lama antara dua kesimpulan kasar demi melihat tulisan tersebut, pertama: pemilik itu benar-benar seorang muslim sejati yang benar-benar ingin menzakatkan dan menyedekahkan hartanya dengan ikhlas. Kedua, Pemilik adalah orang yang memanfaatkan jargon zakat, infaq dan sedekah hanya akal-akalan untuk mengambil keuntungan, jargon hanyalah jargon tanpa realisasi.&lt;br /&gt;            Kalaulah penulis tidak merenung lebih dalam, dengan gegap gempita hidup hedonisme, materialistis dan segala bentuk kecintaan dunia seperti sekarang ini penulis sempat mengambil simpulan nomor dua. Namun dalam renungan lebih dalam, jika ditilik toko itu tutup waktu jam-jam salat tanpa menghiraukan kemungkinan rezki yang diperolehnya berkurang karena tokonya tutup, padahal saat itu sedang ramainya orang lalu lalang disekitarnya yang salah satunya mungkin calon pembeli, pastilah pemiliknya bukanlah orang munafiq dengan janji-janji yang dituliskannya sebagai icon tokonya. Artinya pemilik adalah kategori kesimpulan pertama penulis.&lt;br /&gt;            Seperti untaian rahasia yang ingin dijabarkan Allah Sang Pencipta dalam alam pikiran penulis, beberapa hari yang lalu penulis membaca sebuah essay marketing dari Hermawan Kertajaya tentang “Ada Value dibalik Value”, disinilah penulis menemukan titik temu antara beberapa benang putus yang selama ini begelanyut di dalam benak penulis. Dalam Essaynya Hermawan Kertajaya kurang lebih (menurut yang tertangkap penulis) mengatakan saat ini kualitas (value) barang belum tentu bisa menjamin suatu barang dapat sukses di pasaran, karena konsumen sekarang ini selain membeli (value) kualitas juga membeli (value) image, artinya selain kualitas barang itu sendiri, keterikatan, emosi pembeli dengan produsen atau penjual sangat berpengaruh dalam upaya-upaya keberhasilan di dalam marketing. Contoh bagaimana hebatnya Marlboro merebut pangsa pasar rokok putih dunia dengan bermodalkan sensasi petualangan lewat iklan yang digembar-gemborkan setiap waktu di semua media padahal kalau dicermati benar-benar value (kualitas) rokoknya tidak beda jauh dengan rokok putih yang lain. Di Indonesia bagaimana suksesnya Rokok putih A Mild dengan gaya iklan nyleneh, nakal, menghibur sekaligus cerdas berhasil menarik konsumen muda, bukan hanya itu bahkan menarik pabrik lain untuk mengeluarkan rokok sejenis dan memasarkannya dengan gaya yang sama, atau Pepsoden dengan jargon pasta gigi untuk keluarga masih sulit digoyang oleh merk lain.&lt;br /&gt;            Membanding-bandingkan dengan konsep-konsep Islam, penulis tersentak dengan kenyataan yang ada, ternyata menjual sistem marketing seperti ini telah dipelopori jauh-jauh hari pada ribuan tahun yang lalu dimana Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan dengan begitu berhasil dan gemilang  di dalam proses marketing dengan mirip dengan yang diuraikan Hermawan Kertajaya tersebut. Beliau (Nabi) telah membangun sebuah peradaban luhur di bidang marketing dengan menjual tidak hanya nilai kualitas saja yang dijual tetapi juga didukung dengan nilai kejujuran, tepat janji, etos kerja, bahkan dengan membeberkan cacat barang kepada calon pembeli bila ada dengan tujuan dalam setiap transaksi tidak ada yang merasa dirugikan melainkan saling diuntungkan, nilai lain juga telah dicontoh oleh sebuah toko karpet di sebuah kota yang dikunjungi penulis beberapa waktu yang lalu dengan memotong sebagian keuntungan untuk infaq, sedekah dan zakat.&lt;br /&gt;Maka, sebagai muslim, sudah saatnya kita menyelami jurus marketing dengan menjual nilai dalam nilai ini dengan semangat keislaman dan dalam batas-batas syariat yang diperbolehkan di dalam upaya memberdayakan ekonomi umat, mudah-mudahan berbuah pahala dan kebaikan bagi diri dan orang lain, seperti konsep marketing toko karpet di awal essay ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113714434586598303?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113714434586598303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113714434586598303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113714434586598303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113714434586598303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/menjual-dengan-nilai-islami-oleh-wahyu.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113671278468336935</id><published>2006-01-08T16:23:00.000+07:00</published><updated>2006-01-08T16:33:21.316+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;GAMBAR SERONOK ING SINETRON RELIGIUS &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dening : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore-sore, penulis nyoba nyetel TV kanggo ngisi wektu ngenteni bedhug  maghrib. Kebeneran ana acara sing narik ati yakuwi acara sinetron sing tema-ne religius sing saiki lagi booming. Sinetron nyritakake godhane syetan marang Kyai sing wis dhudha ditinggal mati bojone, kebeneran sang Kyai dititipi bocah wadon sulistyo kanggo ngupaya ilmu agama ing daleme Kyai.&lt;br /&gt;Wiwitane alure runtut paribasan ora ana cacate, nyedhot emosine penonton marang eleking pakartine syetan kang nyoba nggodha sang Kyai. Nanging ing tengah-tengahing sinetron, sinetron mau kesane malih dadi pamer pupu lan rupa ayu. Kameramen olehe nge-shoot gambar saka bagian sing agawe kaum Adam mrinding apa maneh rupa ayu mau mung didandani baju tidur, yen ora ngono mung nganggo rok mini jeans sak nduwure dhengkul. Ngerti gambar kaya mengkono, sak nalika TV dak ganti chanel liya amarga kuwatir marang ponakan kelas siji SD sing uga melu nonton ana sandhinge penulis.&lt;br /&gt;Pancen, sawise reality show utawa sinetron hantu wiwit cures saka layar kaca, saiki ganti era sinetron agamis / religius dadi tambang emas kanggone TV swasta kanggo ngupaya nyedhot iklan. Panjenengan tilik wae wiwit esuk nganti tengah wengi meh saben dina mesthi ana sinetron agamis / religius sing digiyarake.&lt;br /&gt;Sing sepisan iki penulis setuju banget, amarga kanthi sinetron iki sinetron Indonesia sing biasane mung “cinta, kriminalitas, egoisme, perselingkuhan, pembunuhan lan hantu” diganti tema-tema religius sing luwih menyejukkan agawe sinetron Indonesia luwih bermutu lan mendidik. Nanging menawa ing satengahing tema religius mau dibumbui gambar-gambar sing seronok, apa ora isin marang tema-ne sing religius mau.&lt;br /&gt;Menawa pancen ana adegan sing nyandhak bab “17 +”, kudune diganti gambar sing luwih sopan, utawa yen kepeksa ora bisa diwakili gambar siluet supaya ora ana kesan vulgar dadi bocah-bocah cilik durung cukup umur sing melu nonton ora dicekoki sing ora-ora, iki mutlak perlu amarga akeh-akehe sinetron religius digiyarake ing wektu keluarga ( jam 13.00 ganti jam 21.00 wib) dadi akeh bocah cilik sing melu ndenggluk ana ngarep TV siap nampa apa wae elek utawa apik saka kotak kaca sing bisa nggambar lan muni.&lt;br /&gt;Stasiun TV kudune luwih dewasa, ora kaya sawijing bocah sing lagi ngumbahi klambi nganggo sikat, saben-saben disikat klambi mau malah saya reget amarga nganggo sikat sing sadurunge dienggo nyikat keset reged. Ngejak apik liwat sinetron religius ya kudune kanthi bab-bab sing apik uga, coba diconto Al Qur’an lan Hadits kae mbahas bab sing nyandhak bab hubungan lanang wadon kanthi bahasa sing sopan lan nentremake ora malah nggawa marang syahwat. Kuwi menawa pancen sinetron religius mau tujuane kanggo kaca benggala umat supaya ora tumindak nista lan ora mung saperlu ngundhuh dhuwit nanging ora perduli karo moralitas konsumene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:wtech@plasa.com"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Punung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;,&lt;/span&gt; Mei 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sebagaimana dimuat di majalah Minggon Jaya Baya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113671278468336935?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113671278468336935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113671278468336935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113671278468336935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113671278468336935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/gambar-seronok-ing-sinetron-religius.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113628537698187467</id><published>2006-01-03T17:49:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T17:49:37.110+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PAK DIKO DAN RUMAH HANYUT&lt;br /&gt;(LINTASAN HATI)&lt;br /&gt;Oleh : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari yang mendung di sebuah warung kopi di tepi sungai. Sekelompok orang sedang ngobrol ngalor-ngidul tak tentu sebagai teman menikmati kopi panas dan pisang goreng.&lt;br /&gt;“Wah seandainya jadi hujan deras, mungkin akan banjir ya kang.” Seorang bapak-bapak memulai bicaranya.&lt;br /&gt;“Tentu, biasanya kalau banjir besar banyak kayu-kayu yang hanyut di kali.” Salah seorang menyambung.&lt;br /&gt;“Betul, mudah-mudahan hari ini benar-benar banjir soalnya aku kemarin melihat Pak Somat sedang memotong kayu di hulu sungai, siapa tahu kayunya hanyut dan bisa kita ambil.he..he….lumayan bisa buat mengganti tiang kandang sapi saya!” Pak Diko tiba-tiba muncul di warung itu.&lt;br /&gt;“Wah Pak Diko, silahkan duduk di sini..” salah seorang mempersilahkan Pak Diko orang yang baru datang itu duduk.&lt;br /&gt;“Kalian tahu, jika saja hujan deras turun dan banjir si Somat itu akan menangis karena kayu yang hanyut itu bernilai puluhan juta rupiah, sementara kita nanti tinggal mengambili kayu itu dari atas jembatan sambil tertawa-tawa….ha…..haa…..haa….” Pak Diko meneruskan andai-andainya.&lt;br /&gt;Dan betul hujan deras datang membawa banjir. Segera orang-orang di warung itu berlarian ke jembatan sambil membawa tali untuk mengumpulkan kayu-kayu yang hanyut. Sebentar saja mereka mendapat banyak sekali kayu, yang memang diperkirakan milik Pak Somat.&lt;br /&gt;“Kalau tiap hari banjir seperti ini, bisa kaya kita..ha….ha..ha…!”Pak Diko lagi-lagi terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Tiba-tiba. “Pak Diko- Pak Diko ada rumah hanyut Pak!” seseorang berlari ke arah Pak Diko.&lt;br /&gt;“Wah….benar-benar rejeki ini, kalau rumah hanyut berarti semakin banyak perolehan kayu kita hari ini, ayo segera ambil tali yang banyak!” perintah Pak Diko.&lt;br /&gt;“Tapi yang hanyut itu rumah Bapak….!” Si pelapor berteriak.&lt;br /&gt;Pak Diko, “Aku tak peduli rumah siapa yang ha……..nyut….heh..apa rumahku..oh………istriku……… anakku …….. rumahku …………... tooolooooong ………...tooooloooong rumahku hanyut!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************************&lt;br /&gt;Cerita di atas bisa jadi hanya cerita, namun dari cerita ini dapat kita ambil hikmah yang bisa kita petik untuk keseharian kita. Kadang sadar atau tidak sadar lintasan hati kita mengharap sesuatu yang spektakuler terjadi seperti banjir besar, ledakan bom, kecelakaan., dll hanya karena kita merasa dengan adanya kejadian itu ada keuntungan yang bisa kita petik seperti bisa berlibur, bisa senang-senang, luput dari kewajiban, mendapat berita heboh, dagangan kita laku, ada mega proyek yang menanti kita atau hal lainnya, tanpa kita menilik dari sisi orang-orang yang dirugikan jika benar-benar harapan spektakuler itu terjadi, malah kadang kita sendiri juga ikut menangguk kerugian jika hal tersebut benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;Lintasan hati memang manusiawi, namun selayaknya kita segeralah beristighfar agar setan tidak mengambil kesempatan untuk lebih jauh menjajah kita mewujudkan lintasan hati yang jelek tersebut ke dalam tindakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punung, Desember – Januari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113628537698187467?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113628537698187467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113628537698187467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113628537698187467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113628537698187467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2006/01/pak-diko-dan-rumah-hanyut-lintasan.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113595094191052995</id><published>2005-12-30T20:48:00.000+07:00</published><updated>2005-12-30T20:55:41.920+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kadaluwarsa ada di Mana-mana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saya pergi dengan bus umum, di terminal Tirtonadi Surakarta beberapa orang pengasong masuk ke dalam bis untuk menawarkan makanan, kacamata, buku-buku dan majalah serta koran.&lt;br /&gt;Saat seperti itu saya ditodongkan dengan berbagai macam karakter pengasong dengan gaya khas masing-masing mendekati saya. Senyum, canda bahkan gurauan serta kadang makian meluncur dengan tanpa tedeng aling-aling menyikapi respon penumpang terhadap barang yang mereka tawarkan.&lt;br /&gt;Ketika seorang pengasong Koran dan majalah menyodorkan saya sebuah koran Harian ini, saya menolaknya karena saya sudah berlangganan harian ini di rumah, maka saya minta yang lain. Pengasong itu, memberikan sebuah harian lain dan sebuah tabloid otomotif, entah sihir dari mana saya memilih tabloid itu dan menyerahkan uang Rp. 10.000,-, tak lama pengasong itu memberi kembalian Rp. 5.000,- kepada saya. Sejurus kemudian ia pergi entah kemana.&lt;br /&gt; Saya buka tabloid itu lembar demi lembar, rasa aneh menjalar di ubun-ubun saya sepertinya ada yang tidak beres. Setelah saya periksa tanggal penerbitannya yang ada di bagian bawah tiap halaman sudah tidak ada, karena dipotong dengan sengaja. Saya bolak-balik halaman karena penasaran mencari sesuatu yang bisa saya jadikan acuan kira-kira kapan tabloid itu terbit. Tanggal acara sebuah iklan road race menonjok saya hingga tersadar karena acara di iklan itu tertanggal 9 – 15 Januari 2005, padahal saat itu sudah tanggal 11 Juni 2005.&lt;br /&gt;Karena tertawa itu sehat, maka saya tertawakan diri saya yang begitu bodoh. Saya tidak mau menyalahkan pengasong itu karena ia juga tidak mengatakan tabloid itu baru dan ia hanya menyodorkan kepada saya, perkara harganya sesuai tarif tabloid baru itu juga kesalahan saya karena tidak teliti.&lt;br /&gt;Lama saya merenung dalam perjalanan pulang, sampai saya pada suatu kesadaran bahwa praktek semacam ini ternyata sudah menggurita dalam keseharian kita, beruntung saya hanya mendapatkan Tabloid  yang  kadaluwarsa dengan harga baru, coba tengok berapa diantara saudara kita yang harus tergolek meregang nyawa di rumah sakit karena keracunan makananan yang kadaluwarsa, memakan daging bangkai, bahkan obat kadaluwarsa. Lantas siapa yang bertanggung jawab akan semua ini ?&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu saya membaca dan juga melihat di televisi tentang kasus keracunan susu kaleng kadaluwarsa, ada pula yang membuat makanan olahan dari bahan susu kaleng yang sudah kadaluwarsa kalau ini terus dibiarkan bisa-bisa minum susu bukan 4 sehat lima sempurna, tetapi 4 sehat lima sem................apuuuuuuttttttt!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                        diedit terakhir Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113595094191052995?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113595094191052995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113595094191052995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113595094191052995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113595094191052995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2005/12/kadaluwarsa-ada-di-mana-mana-oleh.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113586966104347420</id><published>2005-12-29T22:19:00.000+07:00</published><updated>2005-12-29T22:21:01.063+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;REFLEKSI AKHIR TAHUN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wahyu Agung S.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digit tahun di penanggalan sudah naik satu lagi, satu bilangan yang hanya terasa jika kita pandangi kalender. Seperti sebuah berlian, yang senantiasa memberikan refleksi cahaya berbeda dari setiap sudut pandang yang berbeda, demikian pulalah tahun baru ini. Ritual penggantian kalender itulah barangkali salah satu contoh refleksi respon yang paling umum dilakukan umat manusia di bumi ini.&lt;br /&gt;Refleksi lain yang membudaya adalah hitung mundur detik demi detik yang ramai dilakukan di seluruh planet bumi menyambut momen penting pergantian digit tahun. Seolah tak ada momen lain yang paling afdol dilakukan selain menunggu sambil bergerombol di taman wisata, lapangan, jalan-jalan, hotel atau bahkan di gubug-gubug sempit nan kumuh, tanpa harapan atau keinginan selain dari hanya kesenangan melewati detik di perubahan digit tahun itu sendiri.&lt;br /&gt;Berapa digit tahun telah berubah jika dihitung dari kelahiran kita masing-masing kita, ada yang telah 20 tahun, 30 tahun bahkan 99 tahun atau satu abad lebih, namun kebanyakan refleksi ketuaan yang kita dapat tak lebih, namun mengapa begitu banyak orang yang merayakan ketuaan mereka dengan gembira ria, menonton pertunjukan kembang api penuh warna seolah-olah tak merasakan berkurangnya setahun jatah umurnya di dunia ini.&lt;br /&gt;Sungguh aneh jika kita memandang dari refleksi ini dengan sedikit merenung mengabaikan hingar bingar di sekeliling kita, namun itulah kenyataan. Tahun baru itu terlihat begitu berpijar dan penuh warna menepis sejenak segala kesedihan, penderitaan, ketidakadilan, kesewenangan yang kita terima dalam satu tahun dengan hiburan semalam suntuk.&lt;br /&gt;Ketika penulis berefleksi lebih jauh memaknai sudut pandang demi sudut pandang dari pergantian tahun, mungkin hanya perayaan tahun baru inilah bagi penulis (mungkin tidak orang lain) perayaan yang tanpa makna, coba kita tengok perayaan Hari Pahlawan ada karena ada pertempuran 10 Nopember yang begitu terkenal dengan pengorbanan, perayaan hari Natal ditandai dengan kelahiran Yesus Kristus, Atau Idhul Fitri yang merupakan perayaan kemenangan Setelah umat Muslim berpuasa. Lalu tahun baru ini apa ?&lt;br /&gt;Apa karena kita merasa perayaan kesuksesan tahun lalu ?&lt;br /&gt;Kalau itu yang kita jadikan pijakan, apa yang sukses dari kita tahun lalu ? Sudahkan kita menengok ke arah diri kita, sejauhmana kita berubah yang bisa dikatakan sukses ?&lt;br /&gt;Atau kita memperingati kegagalan-demi kegagalan baik diri atau yang lebih luas lagi bangsa kita dalam menegakkan supremasi hukum dimana hukum yang disimbolkan dengan perempuan buta dengan timbangan di tangan itu ternyata masih bisa melihat uang dan tergoda sehingga lupa dengan keseimbangan timbangannya ?&lt;br /&gt;Atau kegagalan Team Olah raga kita merebut juara umum di ajang bergengsi se Asia Tenggara (SEA GAMES) dimana kita pernah berjaya selama beberapa decade ?&lt;br /&gt;Atau kegagalan kita menangkap Nurdin M Top yang tetap masih dengan leluasanya bergerak mencari sasaran bom berikutnya ?&lt;br /&gt;Atau mungkin kita bergembira karena semakin banyaknya angka pengangguran yang membawa harapan-harapan buram anak istri mereka yang senantiasa mengambil nafas panjang dengan rasa was-was karena mereka khawatir oksigen nantinya juga harus dibeli seperti LPG yang harganya semakin memumbumbung tinggi ?&lt;br /&gt;Atau juga kesenangan menyambut rencana akan naiknya Tarif Dasar Listrik tahun depan?&lt;br /&gt;Sungguh sebuah petaka jika kita merayakan tahun baru dengan refleksi tanpa makna tanpa pijakan dasar. Sama seperti menabur cuka di luka sendiri atau menari dengan kegembiraan semu sementara kaki dan tangan kita terluka penuh nanah karena akumulasi luka akibat beban hidup yang semakin lama semakin menghimpit oleh ketidakberdayaan pada semua sistem di diri dan lingkungan kita semenyakitkan Suporter Real Madrid memberikan applous kepada Pemain Barcelona setelah kesebelasan kebanggaan mereka digilas 3 – 0 di kandang sendiri. Sadar atau tidak kita telah mengolok-olok diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Tidak bisakah kita menunda gegap perayaan tahun baru kita dengan kerja keras dan semangat membara untuk mengubah diri dan lingkungan kita ke arah yang lebih baik lagi di tahun depan. Jangan sampai refleksi tahun baru dari sisi bangsa ini adalah momen untuk semakin terpuruk, mulai terpuruknya nilai tukar rupiah, semakin menggilanya tindakan kekerasan karena hal sepele, atau juga semakin hitamnya hati pada petinggi dinegara ini yang hanya berhasrat mementingkan diri dan partainya sementara rakyat yang notabene pendukung setianya terpukul dengan kebijakan dan sepak terjang mereka.&lt;br /&gt;Namun segelap apapun refleksi sebuah berlian sebagaimana tahun baru, tetap menyisakan keindahan yang dapat kita nikmati walaupun kita harus bekerja keras dahulu dengan menggosok sebanyak mungkin ke arah sisi berlian tersebut sebelum kita bisa menikmati refleksi keindahannya. Tak ada yang tak mungkin dalam hidup ini asal kita mau berusaha dan tetap optimis seperti sebuah untaian kalimat “Bukankah hampir setiap cerita baik itu Holywood maupun Bollywood tokoh utama dengan bijak dan kerja keras membiarkan sang Antangonis tertawa duluan sebelum menyisakan tawa kemenangannya di akhir cerita ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi akhir tahun 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113586966104347420?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113586966104347420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113586966104347420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113586966104347420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113586966104347420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2005/12/refleksi-akhir-tahun-wahyu-agung-s.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113559410618661690</id><published>2005-12-26T17:47:00.000+07:00</published><updated>2005-12-26T17:48:26.193+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>NEGARA BERPILAR KEHANCURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setiap pagi, atau sore, malam atau tengah malam sekalipun selalu penonton TV disundut api dari nafsu ke nafsu. Betapa tidak belum juga mata terbelalak karena baru bangun tidur, berita TV telah membawa api sundutan itu ke hati dengan menayangkan gambar pembongkaran paksa rumah warga. Sementara warga menangis meraung-raung meminta belas kasihan agar ditunda, disisi lain apara dengan seragam Saptol Pamong Praja dengan congkaknya nangkring di atas bolduzer dihiasi wajah ditekuk dan kedua bulu alis bertemu satu sama lain dengan dinginnya menghancurkan satu demi satu rumah, kemudian membakarnya. Belum lagi petugas yang lain bersenjatakan palu besar dan linggis dengan tampang dingin menghancurkan dinding-dinding bata yang sudah rapuh serapuh hati pemiliknya yang kini hancur sehancur rumah mereka satu-satunya.&lt;br /&gt;            Belum juga hati terobati dengan sekilas pariwara yang lewat sebentar, sebuah berita lain hadir dengan topik pengeroyokan warga terhadap Oknum Tentara dan dilanjutkan dengan amukan Teman-Teman Tentara itu menghancurkan rumah-rumah penduduk yang mungkin  juga tidak bersalah, atau hanya kebetulan sedesa dengan Oknum pelaku pengeroyokan teman mereka dengan alasan membalas sakit hati.&lt;br /&gt;            Demikianlah episode demi episode memilukan sekaligus memalukan tiap hari tidak lepas dari bumi pertiwi yang gemah ripah lohjinawi ini namun tak terurus, karena diatasnya terlanjur berdiri tonggak-tonggak kecongkakan dengan bendera, umbul-umbul ingin menang sendiri dan tidak mau kalah dengan yang lain. Debat kusirpun halal asal jangan sampai kalah dengan lawan bicaranya, bahkan melebihi debat kusir anak-anak TK. Sungguh suatu adegan fragmen kehidupan yang tidak lucu apalagi bermutu.&lt;br /&gt;            Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, atau siapa yang salah dan siapa yang agak salah bahkan siapa yang salah dan siapa yang amat sangat salah, layakkah tontonan yang sedemikian memilukan nurani terus menerus terjadi dikeseharian kita?&lt;br /&gt;Lupakah kita dengan hidup yang cuma sebentar ini ?&lt;br /&gt;Haruskah setiap permasalahan diselesaikan dengan kekerasan ?&lt;br /&gt;Tidak adakah niat baik dibalik setiap manusia di bumi pertiwi ini dengan sedikit mengalah yang belum tentu kalah untuk sekedar menghindari konfrontasi satu sama lain ?&lt;br /&gt;Jawabannya ada di akal sehat dan kebeningan hati pribadi masing-masing penduduk negeri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113559410618661690?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113559410618661690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113559410618661690' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113559410618661690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113559410618661690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2005/12/negara-berpilar-kehancuran-setiap-pagi.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113546468003771548</id><published>2005-12-25T05:49:00.000+07:00</published><updated>2005-12-25T05:51:20.046+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ANTI LOGIKA UMUM ( BERANI TAMPIL BEDA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Artikel Gede Prama di &lt;a href="http://www.detik.com/"&gt;www.detik.com&lt;/a&gt; berjudul negeri likuidasi ada sebuah cerita super pendek yang layak direnungkan, kesempatan ini saya mengambil sudut pandang yang berbeda dengan Gede Prama.&lt;br /&gt;Suatu hari yang ditandai oleh banjir bandang, istri Nasruddin hanyut di sungai. Dan dikerahkanlah penduduk desa untuk mencarinya. Ketika sampai di kali, tanpa basa-basi, apalagi bertanya, Nasruddin langsung nyebur ke sungai dan berenang ke hulu sungai. Heran dengan perilaku Nasruddin seperti ini, penduduk desa bertanya pada Nasruddin, "Mana ada orang hanyut dibawa pergi ke hulu sama sungai?" Tanpa menoleh Nasruddin menjawab, "Yang paling tahu istri saya, ya, saya. Dan dia selalu berenang ke hulu!"&lt;br /&gt;            Perilaku nyleneh Nasrudin layak direnungkan bahwa sebagai seorang yang merasa paling tahu tabiat istrinya dia mencarinya ke hulu, dan itu bagi kebanyakan orang merupakan hal yang aneh dan mungkin dianggap sinting, namun demi sebuah usaha dan berdasarkan keyakinan yang dia pegang kita tidak bisa menyalahkannya 100 % siapa tahu istrinya memang sudah berada di hulu sungai terlepas dia sampai disana berenang atau ditolong kapal yang kebetulan sedang berlayar ke hulu.&lt;br /&gt;            Dalam kehidupan inipun pun demikian, begitu banyak contoh sukses yang bermula dari melawan logika umum:&lt;br /&gt;Ambil contoh salah satu hotel (penulis lupa nama dan letaknya) sewaktu hotel-hotel lain jor-joran hiburan di malam tahun baru, ada satu hotel yang tidak menawarkan apapun di malam tersebut, kenyataannya hotel ini malah laris manis karena hotel ini menggunakan teori : Jika ada yang senang hiburan di tahun baru pasti ada juga orang yang tidak suka acara hiburan di tahun baru.&lt;br /&gt;            Atau coba renungkan, Siapa yang berani bertaruh pada permulaan air mineral AQUA dipasarkan memprediksikan bakal menjadi besar seperti sekarang dan berhasil menarik gerbong-gerbong merk air mineral lain yang saat ini jumlahnya puluhan macam apabila dipikir logika “Siapa sih yang mau membeli air minum tanpa rasa dan rupa yang seliternya lebih mahal dari harga seliter bensin?(waktu itu)”  kecuali pihak AQUA sendiri.&lt;br /&gt;            Juga spekulasi jenius Sampoerna lewat rokok Dji Sam Soe yang awal mulanya kurang direspon pasar sewaktu berharga murah, namun dengan ditingkatkannya harga produk ini malah merajai pasaran kalangan tertentu. Siapa mengira ?&lt;br /&gt;            Ternyata dalam hidup ini ada sebuah perimbangan yang begitu unik jika direnungkan. Dan keunikan itu hanya bisa diraba dan dieksplorasi oleh orang-orang yang berani tampil nyleneh (menurut pendapat umum) namun dengan pertimbangan yang matang.&lt;br /&gt;Satu lagi contoh dahsyat, Siapa yang mengira jika suatu masa di masa lalu akan terjadi banjir bandang yang menenggelamkan seluruh permukaan bumi dan yang selamat hanya Nuh AS dan orang – orang yang naik ke perahu, lantaran mereka berani tampil beda dengan membuat kapal besar ditengah gurun ? Logika siapa yang sampai disana ? Bahkan oleh manusia modernpun setidaknya sampai kejadian tsunami Desember 2004 silam di Serambi Mekah.&lt;br /&gt;            Akhirnya meminjam kata bertuah :&lt;br /&gt;            Untuk meraih kesuksesan harus berbeda, namun berbeda tidak selalu meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;Adakah sahabat punya cerita tentang beda yang sukses dan beda yang jeblok agar sama-sama bisa kita ambil hikmah ?&lt;br /&gt;            Punung, 26 Nov 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113546468003771548?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113546468003771548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113546468003771548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113546468003771548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113546468003771548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2005/12/anti-logika-umum-berani-tampil-beda.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113537401745175439</id><published>2005-12-24T04:39:00.000+07:00</published><updated>2005-12-24T04:40:17.463+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;BELAJAR DARI KISAH SUKU TERASING  MENCARI KEBENARAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suku terasing yang tak kenal peradaban menemukan sebuah gambar seorang badut sedang naik sepeda (roda satu), beberapa saat kemudian ia juga menemukan sebuah gambar sepeda motor (roda dua) dengan dua pengendaranya, belum juga ia memahami gambar kedua, ia menemukan gambar sebuah Bajaj (beroda tiga) dengan 3 orang penumpangnya. Menurut anda jika dia menemukan sebuah gambar mobil (beroda empat) ia akan berfikir kira-kira penumpangnya berapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kalau si suku terasing itu berfikiran seperti kita, dengan mempertimbangkan fakta dan data, tentunya ia akan berfikiran bahwa penumpangnya ada 4 orang (sesuai dengan jumlah rodanya) padahal dalam kenyataan jumlah roda tidak selalu identik dengan jumlah penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Si Suku terasing ibarat kita di dunia ini, menyimpulkan kebenaran sesuatu hal yang belum kita kenal / ketahui dengan meraba atas fakta dan data yang ada. Celakanya banyak parameter atas fakta dan juga data tersebut, akibatnya banyak beredar kebenaran, ada kebenaran versi A dengan data dan fakta yang ditemukan si A, ada kebenaran Versi B dengan data dan fakta yang ditemukan oleh B walaupun keduanya berangkat dari keingintahuan pada sesuatu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, kebenaran hakiki adalah kebenaran yang selalu bermetamorfosis seiring dengan rasa keingintahuan akan sesuatu hal dengan berusaha dan berusaha mencari dan terus mencari sampai kematian menjemput kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah diri dan bisa jadi dikatakan plin-plan asalkan berpegang kebenaran yang diyakini adalah lebih baik dibandingkan dengan tidak mau berubah padahal tahu ada yang lebih benar. Bukankah dengan yang terakhir ini kita malah menjadi munafiq ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Explored at Nov - Des. 05&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113537401745175439?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113537401745175439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113537401745175439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113537401745175439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113537401745175439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2005/12/belajar-dari-kisah-suku-terasing.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20092840.post-113528741101050417</id><published>2005-12-23T04:35:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T04:36:51.020+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;I B U&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan menjadi kosonglah hati Ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hati- nya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). (QS Al Qashqash ayat 10)&lt;br /&gt;            Petikan Surat Al Qashqash di atas merupakan isi hati seorang ibu  Nabi Musa terhadap Musa yang dilahirkannya. Begitu hancur hati Ibu Musa ketika ia harus berpisah dengan anaknya Musa dengan menghanyutkannya di sungai demi kelangsungan kehidupan anaknya (Musa) agar terhindar dari kekejaman tentara Firaun. Begitu besarnya kasih sayang yang diberikan seorang ibu sehingga begitu dekat dengan kerelaan berkorban  (berpisah) demi anak yang telah dilahirkannya.&lt;br /&gt;Ayat di atas merupakan refleksi perasaan pada umumnya ibu-ibu di dunia ini kepada anak-anaknya, di satu sisi dengan segenap kerelaan hatinya beliau ini mengikhlaskan anak-anaknya untuk berpisah (mengambil jalan hidup sendiri) walaupun dengan cucuran air mata kesedihan dan dengan hati yang kosong, namun di sisi lain beliau begitu tegar dan kokoh hatinya merelakan anak-anaknya untuk pergi mengambil jalan hidup sendiri demi masa depan mereka. Tidak ada keegoisan di dalam kasih sayangnya walaupun sedikit, selain harapan kebahagiaan bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;Sungguh kasih sayang ibu yang begitu agung, kadang kurang kita sadari bahwa kasih sayang itu telah mengisi relung-relung jiwa kita bersama setiap sel dalam darah yang mengalir di tubuh ini. Betapa tidak, dari sebagian tubuhnyalah kita berkembang, pada sebagian tubuhnyalah kita “meminjam” tempat untuk memulai pembangunan diri, mulai dari sejumput sel telur yang dibuahi sel sperma sehingga menjadi sebentuk jasad lengkap. Dan selama itu pula kita masih mengambil zat-zat makanan dari yang beliau makan melalui tali plasenta selama sembilan bulan sepuluh hari. Bisa dikatakan kita menjadi “benalu” yang sangat menyusahkan ibu jika saja tidak ada kasih sayang yang melandasi hati ibu untuk menanggungnya.&lt;br /&gt;Begitupun saat proses kelahiran, ibu harus mempertaruhkan nyawa antara hidup dan mati, rasa sakit yang luar biasa harus beliau tanggung demi kelahiran kita anak-anak dari rahimnya. Sekali lagi kasih sayanglah yang berperan di hati ibu untuk berani menanggung segala resiko dan segala kesakitan yang beliau rasakan. Setelah kelahiran pun luar biasa pengorbanan beliau dari mengganti popok kita setiap waktu tanpa menghiraukan “jam kerja”, sampai menyusui kita dengan tanpa “jam kerja” pula lagi-lagi dengan lembut, kesabaran dan kasih sayang tanpa mengharap imbalan selain kesehatan, tawa, canda lucu dan kebahagiaan anak-anaknya. Jika kita sakit, kasih sayang yang begitu besar menyejukkan hati anak-anaknya walau kadang beliau harus bertebal muka untuk mencari pinjaman  kesana-kemari ketika di saku beliau sedang tidak ada uang. Sungguh kasih sayang tulus yang tiada tara.&lt;br /&gt;Namun apa yang telah kita berikan kepada ibu setelah kita dewasa? Kebanyakan dari kita hanya memikirkan diri sendiri tanpa perduli dengan beliau. Begitu mudah kita menyatakan menyayangi ibu, ingin berbakti kepada ibu, ingin membalas kasih sayang ibu namun kenyataan adalah egoisme yang lebih dominan mengisi hati kita, yang lebih umum kita lakukan adalah merasa cukup dengan mewakilkan apa yang telah diniatkan di atas dengan materi, uang rumah bagus, dan keduniaan lain yang kadang malah tidak dibutuhkan oleh ibu, pribadi agung yang telah berperan membina dan membangun diri,  jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;Jika kita tinggal satu rumah, cekcok tentang persoalan sepele membuat hati kita menjadi begitu kelam dan kadang secara sengaja atau tak keluar kata-kata yang menyinggung beliau, anehnya walau begitu kita tidak puas, masih dengan kedongkolan di hati yang terbawa, tetanggapun jadi tempat curhat tentang “kelemahan” ibu kita. Tak ayal jadilah gosip tak sedap seisi kampung tentang “kelemahan ibu versi kita” dan anehnya “kelemahan ibu” itu jika dilakukan tetangga kita, kita memilih tidak  menceritakannya pada orang lain, dengan alasan sungkan atau segan.&lt;br /&gt;Jika kita tinggal begitu jauh dengan ibu karena tuntutan pekerjaan atau karena anak isteri, kita sering lupa dengan ibu dan membiarkan hari-hari yang dilalui ibu diliputi kepiluan dan kerinduan dengan anak, menantu bahkan cucu-cucunya. Kita dengan teganya membiarkan beliau merasakan itu sampai Idhul fitri tiba setahun sekali, dengan alasan sibuk, sibuk dan sibuk, sementara di lain sisi kita dengan mudah mengajukan cuti untuk bertamasya ke suatu tempat dengan anak-isteri kita.&lt;br /&gt;Inilah, kadang kita tidak adil terhadap ibu kita sendiri, ibu yang demikian besar pengorbanannya terhadap keberadaan kita di dunia ini, namun sedemikian kecil rasa terima kasih kita kepada jasa-jasa beliau.&lt;br /&gt;Marilah dengan momentum hari ibu ini kita melihat dari sisi lain dengan apa yang kita ambil selama ini. Jika selama ini kita berfikir dari sisi kita, cobalah kita merenung dengan mengambil sudut pandang dari sisi Ibu, mudah-mudahan tergerak hati kita untuk memperlakukan ibu sebagai “ibu” bagi kita dan bukan sebagai “beban” bagi kita.&lt;br /&gt;Jika saat ini dekat dengan ibu secara fisik (satu rumah) relakan diri untuk sedikit berkorban demi kebahagiaan ibu walau itu sedikit berseberangan dengan apa yang kita inginkan. Bila kita jauhpun dengan ibu cobalah sedikit luangkan waktu untuk pulang, sekedar berkirim surat, atau menelephon untuk memperdengarkan anak-anak kita (celoteh lucu cucu-cucu beliau), demi obat hati bagi beliau yang begitu berharap akan kebersamaan seperti masa lalu. Bukankah “Masa lalu adalah kenangan indah tak terlupakan walau pengalaman pahit getir kita rasakan sepanjang jalan” itupula yang dirasakan ibu-ibu kita dimasa-masa akhir hayat beliau selain tentunya keinginan terbesarnya adalah kebahagiaan bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20092840-113528741101050417?l=wtechx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wtechx.blogspot.com/feeds/113528741101050417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20092840&amp;postID=113528741101050417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113528741101050417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20092840/posts/default/113528741101050417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wtechx.blogspot.com/2005/12/i-b-u-dan-menjadi-kosonglah-hati-ibu.html' title=''/><author><name>wtech</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04442408070490097948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6208/1985/1600/foto1.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
